Jakarta, OG Indonesia -- Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam satu pertemuan, melainkan melalui proses yang konsisten dan terbuka. Dalam proyek-proyek energi, terutama di kegiatan hulu migas, kepercayaan ini menjadi “izin sosial” yang menentukan pekerjaan dapat berjalan aman, jadwal tetap terjaga, dan operasi berlangsung berkelanjutan.
Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) menghadirkan COMRELASI (Community Relation Aplikasi) sebagai inovasi digital untuk mendukung pengelolaan proyek yang lebih terkelola, mudah ditelusuri, dan memberi kejelasan bagi seluruh pihak di wilayah operasi.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa mengambil peran dalam menjaga kelancaran kerja lapangan melalui penguatan proses community relations.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa COMRELASI lahir dari adaptasi Perwira Elnusa terhadap dinamika kerja lapangan yang semakin kompleks dan menuntut kejelasan data.
“Perwira Elnusa berhadapan langsung dengan masyarakat dan berbagai kepentingan di lapangan. COMRELASI dikembangkan untuk membantu memastikan proses pendataan dan komunikasi berjalan konsisten, lebih mudah dipantau, dan dapat ditelusuri,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Rustam menambahkan bahwa penguatan cara kerja Humas di lapangan berhubungan langsung dengan keberhasilan operasi hulu.
“Kelancaran operasi di lapangan merupakan tugas yang menjadi bagian penting dalam mendukung Pertamina mencapai target Pemerintah, terutama di sektor upstream. Karena itu, pengelolaan hubungan dengan masyarakat dan data sosial yang baik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan operasi,” jelasnya.
Di lapangan, Humas menjadi titik temu antara kebutuhan operasional perusahaan dan rasa aman masyarakat. Eko Bayu Suseno, Assistant Manager Community Relation Upstream Elnusa, menggambarkan peran Humas sebagai penghubung dua arah yang menjaga keseimbangan tersebut.
"Dalam pekerjaan Humas, kami seperti jembatan dua arah. Kami menyampaikan pesan perusahaan agar masyarakat memahami kegiatan yang dilakukan dan merasa aman. Di sisi lain, kami juga membawa aspirasi dan perhatian masyarakat ke perusahaan agar bisa diakomodir. Ketika komunikasi berjalan seimbang, pekerjaan di lapangan menjadi lebih lancar,” ungkap Bayu.
Dalam kegiatan survei seismik, Humas berhadapan langsung dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Tantangannya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola dampak yang muncul selama proyek berlangsung, termasuk klaim terkait bangunan maupun lahan warga. Karena itu, diperlukan sistem pendataan yang lebih sistematis agar proses penanganan dapat dilakukan secara jelas, adil, dan transparan baik bagi masyarakat maupun bagi tim proyek.
Menjawab kebutuhan tersebut, COMRELASI dikembangkan sebagai aplikasi mobile berbasis Android untuk mendukung pendataan pra-operasi, berupa pendataan awal fisik bangunan, lahan, rumpon, dan sumur, hingga pendataan pasca kegiatan. Proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini terdigitalisasi, sehingga data dapat dihimpun lebih cepat, akurat, dan terkelola dengan baik, serta dipantau melalui dashboard progres secara real-time.
Menurut Bayu, COMRELASI memberi dampak nyata dalam keseharian kerja Humas di lapangan. “COMRELASI membantu kami bekerja lebih terstruktur dan mengurangi pencatatan manual (paperless). Semua data yang kami sampaikan ke masyarakat maupun ke internal perusahaan bersumber dari informasi yang sama,” jelasnya.
Dari sisi dampak, sistem ini memberi kejelasan bagi internal proyek sekaligus masyarakat. Data yang terdokumentasi dengan baik menjadi dasar yang transparan untuk penanganan klaim dan proses kompensasi, sehingga masyarakat memiliki keyakinan bahwa setiap informasi dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
“Inovasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan. Ketika data akurat, proses transparan, dan hubungan dengan masyarakat terjaga, maka keberhasilan proyek dapat dicapai secara berkelanjutan,” tegas Bayu.
Hasil implementasi COMRELASI menunjukkan peningkatan efektivitas waktu kerja serta mempermudah pengelolaan administrasi proyek. Pendataan yang sebelumnya memerlukan waktu panjang kini dapat dilakukan lebih efisien, mendukung pencapaian target pekerjaan, dan berdampak pada efisiensi operasional secara keseluruhan yang pada akhirnya ikut menopang kelancaran operasi hulu migas Subholding Upstream Pertamina.
Ke depan, Elnusa terus mendorong Perwira Elnusa untuk terus adaptif dan berinovasi di tengah dinamika lapangan. Integrasi metode kerja dengan sistem digital akan terus dikembangkan untuk menjawab tantangan sosial, memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan operasi energi nasional sejalan dengan peran Elnusa dalam mendukung keberhasilan Subholding Upstream Pertamina dan pencapaian target Pemerintah di sektor hulu. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Rabu, Februari 11, 2026
Rating:




