.jpg)
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Sebagai salah satu perusahaan Top Ten produsen minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia, PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) terus menantang diri untuk meningkatkan produksi migas dari Wilayah Kerja (WK) Jabung pada tahun 2026 ini. Di mana produksi minyak dan kondensat dibidik sebesar 11.670 barel minyak per hari (BOPD), sedangkan produksi gas termasuk LPG ditargetkan sebanyak 143 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sr. Development Manager PetroChina Jabung Ltd, Wicaksono, mengungkapkan salah satu aset dari WK Jabung adalah Betara Gas Plant (BGP) di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menjadi urat nadi produksi gas dari wilayah barat Blok Jabung. Selain itu ada lagi North Geragai Fractionation (NGF) di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menjadi pusat pemrosesan gas di kawasan timur Blok Jabung.
"Produksi (WK Jabung) ada minyak mentah atau crude oil, kemudian kondensat, ada LPG dan juga gas jual atau sales gas," terang Wicak dalam Media Meet Up & Breakfasting PetroChina di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Untuk tahun 2026 ini, Wicak menyampaikan ada enam pengeboran sumur pengembangan baru di mana satu sumur telah selesai dibor dan dites. "Key project kita tentu saja pemboran di mana pemboran adalah salah satu key project untuk mempertahankan produksi," tegasnya.
Selain itu, Wicak juga menyampaikan bahwa PCJL juga tetap berkomitmen menyelesaikan sisa pengeboran sumur eksplorasi yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan di dalam perpanjangan Blok Jabung pada 2023 lalu.
Kegiatan workover atau kerja ulang sumur juga dilakukan di Blok Jabung demi mempertahankan produksi dengan biaya yang cenderung low cost. "Tahun ini ada sebelas sumur yang mana sebagian pekerjaan itu ada melakukan instalasi teknologi baru yang disebut plunger lift atau otomatisasi di mana sebelumnya sumur mengalami fase produksi secara intermittent dengan operator terkadang harus back and forth ke lokasi sumur, dengan pluunger lift ini diharapkan terjadi otomatisasi sehingga operator tidak perlu bolak-balik ke sumur, jadi bisa lebih sustain produksinya," paparnya.
Selanjutnya ada well service activity di mana 170 kegiatan yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Untuk kegiatan tersebut, PCJL melakukan terobosan dengan melakukan rental nitrogen generator unit sehingga tidak perlu lagi memberi nitrogen lagi dari pihak luar tetapi telah mampu men-generate nitrogen dari udara. "Nitrogen itu akan digunakan untuk meng-unload sumur-sumur yang mengalami masalah atau problem air yang menyebabkan sumur tidak bisa berproduksi secara optimum atau bahkan mati," beber Wicak.
Satu lagi key project PCJL pada tahun ini adalah project facility yang biasanya dilakukan setelah sumur dibor dengan kegiatan pemasangan pipa, kompresor dan berbagai equipment lainnya agar sumur tersebut dapat diproduksikan.
Wicak menegaskan, dalam mengoptimalkan WK Jabung, PCJL tidak hanya melakukan aktivitas pekerjaan yang sifatnya short term tetapi juga bersifat jangka panjang. "Jadi PetroChina tidak hanya bicara short term tetapi kita juga punya blue print sampai tahun 2043 yang itu harus dilakukan untuk mempertahankan produksi dan tentu saja harus berkolaborasi dengan berbagai pihak," pungkasnya.
Sebagai informasi Wilayah Kerja Jabung yang berada di provinsi Jambi, selain ada PetroChina International Jabung Ltd. yang bertindak sebagai operator, Participating Interest (PI)-nya juga dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi Jabung, PETRONAS Carigali (Jabung) Ltd., PT GPI Jabung Indonesia dan PT Raharja Energi Tanjung Jabung. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Sabtu, Februari 28, 2026
Rating:



