Jakarta, OG Indonesia -- Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) mencatat sejarah baru dengan peningkatan nilai pengadaan barang dan jasa tahun 2026 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Very good news bahwa pada tahun 2026 kembali sektor hulu migas mencetak sejarah baru di mana nilai pengadaan barang dan jasa terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar USD 51,353 miliar USD lebih atau senilai lebih dari Rp 860 triliun," ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) seperti keterangan yang didapatkan OG Indonesia, Minggu (1/2/2026).
Dari nilai pengadaan barang dan jasa yang hampir sama dengan dana yang dikelola Danantara tersebut, Djoksis menerangkan, nilai terbesar pengadaan barang dan jasa terdapat pada Project OLNG Inpex Masela dan LNG Geng North & Gendalo Gehem.
Kepala SKK Migas melanjutkan, berdasarkan berbagai referensi nilai pengadaan barang dan jasa 2026 tersebut akan dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja.
"Hal ini menunjukan bahwa sektor investasi di hulu migas kembali mengeliat setelah sebelumnya orang mengira sektor hulu migas sudah memasuki masa sunset. Kini kembali muncul sebagai sunrise di ufuk timur bumi," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa publik akan dapat melihat berbagai pengadaan barang dan jasa tersebut melalui Centralized Integrated Vendors Database (CIVD) SKK Migas, pada pekan depan. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Minggu, Februari 01, 2026
Rating:





