Jakarta, OG Indonesia -- PT Sumber Aneka Gas telah memasuki tahap commissioning pembangunan pabrik Onshore Liquified Natural Gas (OLNG), LPG, dan kondensat terintegrasi yang merupakan pabrik OLNG kedua di Pulau Jawa sekaligus kini menjadi yang terbesar di Pulau Jawa.
"Alhamdulilah puji syukur kita panjatkan pada Allah karena berkat rahmat-Nya, PT Sumber Aneka Gas berhasil melakukan pembangunan pabrik OLNG, LPG, dan kondensat yang terintegrasi," kata Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam keterangannya seperti yang diterima OG Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Kepala SKK Migas menceritakan lika-liku perjalanan sampai akhirnya pabrik OLNG tersebut dapat terbangun. "Sebelumnya cukup panjang sejak ditemukannya gas pada Lapangan Sumber sekitar 10 tahun yang lalu. Birokrasi tarik ulur kepentingan pemanfaatan gas yang cukup alot akhirnya dapat diselesaikan dengan kepemimpinan yang tegas dan konsisten serta paten," ungkap Djoksis.
"Kami mempunyai tekat yang kuat, ke depan tidak boleh ada lagi 10 tahun investasi dan revenue tertunda, segala sesuatunya harus dapat dikerjakan dengan cepat, cermat, dan produktif sesuai aturan," tambahnya.
Dia menambahkan, saat ini progres proyek OLNG, LPG, dan kondensat terintegrasi PT Sumber Aneka Gas telah memasuki masa commissioning. "Insyaallah selanjutnya dapat diresmikan setelah lebaran," ucap Djoksis.
Adapun sumber bahan baku untuk Pabrik OLNG, LPG dan kondensat yang terintegrasi ini berupa gas bumi yang berasal dari sumur gas Lapangan Sumber Pertamina EP yang berada di Jawa Timur.
Gas bumi yang keluar dari sumur gas Lapangan Sumber tersebut mengandung C1 (Metana), C2 (Etana), C3 (Propana), C4 (Butana) dan tidak terdapat C5, C6+ (pentana, benzena dan lainnya). Sedangkan impurities-nya berupa CO2 (Karbondioksia 47%) dan N2 (Nitrogen 3%).
"Adapun proses pada kilang yang terintegrasi ini terlebih dahulu memisahkan gas CO2-nya yang terbesar yang pernah diolah yaitu 47% CO2, dan juga sekaligus memisahkan N2-nya," bebernya.
Selanjutnya, lean gas alias gas bersihnya akan diolah sebagai berikut: C1 & C2 diolah menjadi LNG; C3 & C4 diolah menjadi LPG; C5+ diolah menjadi kondensat; dan CO2 yang dipisahkan kemudian dimasukan ke dalam storage sebagai program CCS/CCUS.
Nantinya produksi LNG-nya akan sebesar 10 BBTUD (billion british termal unit per day) ; produksi LPG sebesar 30 MTPD (Metric Ton per day); dan produksi kondensat sebesar 500 BOPD.
"Triliunan rupiah telah diinvestasikan untuk pembangunan pabrik terintegrasi ini. Proyek ini memberikan penyerapan lapangan kerja, menggerakan perekonomian dan memperkuat ketahanan energi Merah Putih," kata Djoksis.
"Mohon doa, agar supaya proses commissioning berjalan lancar, aman, selamat, hingga peresmian dan seterusnya untuk produksi secara komersial," tutupnya. RH



