
Penanaman 300 bibit mangrove jenis Avicennia di Muara Badak menjadi wujud kinerja PLN Indonesia Power dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dari ancaman abrasi.
Jakarta, OG Indonesia -- PLN Indonesia Power terus memperkuat kinerja sebagai perusahaan energi berkelas dunia yang berkomitmen pada kelestarian lingkungan, hal ini tercermin melalui aksi penanaman 300 bibit mangrove jenis Avicennia di kawasan pesisir Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mahakam ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen perusahaan menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa capaian PLN Indonesia Power sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara tidak hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari konsistensi menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Kinerja PLN Indonesia Power sebagai perusahaan kelas dunia tidak hanya tercermin dari keandalan pasokan listrik, tetapi juga dari komitmen nyata menjaga kelestarian lingkungan di setiap wilayah operasi kami. Penanaman mangrove di Muara Badak ini adalah bagian dari ikhtiar berkelanjutan kami untuk mewariskan bumi yang lebih hijau dan tangguh bagi generasi mendatang," ujar Bernadus, Senin (29/6/2026).
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN Indonesia Power dalam menyeimbangkan keandalan operasional dengan kepedulian terhadap lingkungan. PLN Indonesia Power tidak hanya mengutamakan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap proses bisnisnya berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Melalui berbagai program konservasi ekosistem di wilayah operasi, perusahaan terus membuktikan bahwa pertumbuhan kinerja dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan.
Kegiatan penanaman ini turut dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Camat Muara Badak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muara Badak, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Limau, komunitas dan aktivis lingkungan, masyarakat pesisir, serta siswa-siswi TK dan SD di wilayah Muara Badak.
Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam sebagai upaya memperkuat perlindungan alami garis pantai. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menyerap karbon, menjaga garis pantai, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Selain penanaman, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan bagi anak-anak melalui permainan interaktif dan pengenalan manfaat mangrove, guna menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat, PLN Indonesia Power meyakini bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, selaras dengan posisi perusahaan sebagai pelaku utama transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
"Kewajiban kami bukan hanya melistriki masyarakat, namun juga menjaga lingkungan, merawat bumi, dan mewariskan masa depan yang lebih hijau, tangguh, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Bernadus. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Selasa, Juni 30, 2026
Rating:


