Berikut Deretan Penyebab Lifting Migas Kuartal I/2022 Masih di Bawah Target


Jakarta, OG Indonesia --
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan kinerja hulu migas kuartal I 2022 pada Jumat (22/4/2022). Salah satunya terkait r
ealisasi lifting migas sampai Maret 2022 yang ternyata masih di bawah target. 

Dari data SKK Migas, disebutkan bahwa sepanjang kuartal I 2022, realisasi lifting minyak mencapai 611.700 bopd atau lebih rendah dari target yang dipatok dalam APBN 2022 yang sebesar 703.000 bopd. Raihan lifting minyak tersebut belum mencapai 90% dari target. Sementara untuk salur gas realisasinya mencapai 5.321 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau 92% dari target yang dipatok yaitu mencapai 5.800 MMscfd.

Diterangkan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, salah satu penyebab capaian lifting minyak masih di bawah target adalah karena masih terkena entry point yang sangat rendah di awal tahun 2022 sebagai dampak pandemi Covid-19 di tahun 2021. "Jadi kita loss di sana sekitar 20 ribu barel oil per hari," ucap Dwi dalam konferensi pers kinerja hulu migas kuartal I 2022 yang diselenggarakan secara hybrid, Jumat (22/4/2022).

Selain itu, Dwi juga membeberkan sejumlah unplanned shutdown yang terjadi di sejumlah lapangan migas sejak tahun 2021 hingga awal tahun 2022 ini. Rinciannya, pada semester I/2021, terjadi sejumlah unplanned shutdown di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dan Medco EP Natuna. Lalu terjadi pula kebocoran pipa Pertamina Hulu Energi Offfshore Northwest Java (PHE ONWJ) pada Mei 2021.

Kemudian pada kuartal IV/2021, kembali terjadi penghentian operasi di PHE ONWJ yang diikuti dengan masalah gangguan listrik di lapangan Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL). 

“EMCL Trip. Sudah berusaha dinaikkan lagi, tetapi di akhir tahun, Desember 2021, yang berdampak pada produksi 2022. PHE ONWJ (juga) ada kebocoran (pipa) di sana. Kemudian yang paling besar adalah PHR yang terjadi power off karena penangkal petirnya terbakar. Ditambah lagi EMCL sempat blackout karena sambungan kabelnya terbakar," jelas Dwi.

"Februari, Maret, kita sudah mulai membaik lagi. Tapi sayang, terakhir di minggu-minggu kemarin ada problem di EMCL, khususnya Lapangan Kedung Keris pipanya landslide karena adanya tanah longsor yang pipanya menjadi bengkok. Karena khawatir lebih berbahaya, jadi distop, sehingga kita kehilangan 11 ribu (bopd) produksi di Cepu. Ini adalah hal-hal paling utama, lawan kita adalah unplanned shutdown,” sambung Dwi.

Di sisa tahun 2022 ini, pihak SKK Migas akan berusaha untuk menghindari terjadinya unplanned shutdown kembali. "Kita akan coba bagaimana (supaya) bisa menurunkan unplanned shutdown (yang sebetulnya) ini sudah jadi strategi tetapi ternyata so far masih belum sukses," pungkasnya. RH

Berikut Deretan Penyebab Lifting Migas Kuartal I/2022 Masih di Bawah Target Berikut Deretan Penyebab Lifting Migas Kuartal I/2022 Masih di Bawah Target Reviewed by Ridwan Harahap on Sabtu, April 23, 2022 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.