Semester I 2022, Grup Astra Diuntungkan Harga Batu Bara yang lebih Tinggi


Jakarta, OG Indonesia --
PT Astra International Tbk (“Perseroan” atau “Astra”) pada Kamis (28/7/2022) di Jakarta, menyampaikan 
Laporan Keuangan Semester I Tahun 2022.

“Pada semester pertama tahun 2022, grup Astra mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan. Kinerja Grup untuk sisa tahun ini diperkirakan akan tetap kuat, meskipun Grup diperkirakan masih akan menghadapi situasi yang belum stabil dan diliputi ketidakpastian," ucap Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk.

Khusus untuk divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, laba bersih grup tercatat meningkat 131% menjadi Rp6,2 triliun. Hal ini terutama disebabkan peningkatan kontribusi dari penjualan alat berat, kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi. 

Namun, kebijakan larangan ekspor batu bara sementara pada bulan Januari mengakibatkan berkurangnya volume produksi batu bara. 

Berikut adalah ikhtisar dari kinerja keuangan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi dari Grup Astra:

• PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 129% menjadi Rp10,4 triliun.

• Penjualan alat berat Komatsu meningkat 111% menjadi 2.900 unit, sementara pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga meningkat.

• Kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara, mencatatkan peningkatan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 7% menjadi 437 juta bank cubic metres, sementara produksi batu bara mengalami penurunan sebesar 13% menjadi 50,4 juta ton.

• Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan penurunan penjualan batu bara sebesar 8% menjadi 5,8 juta ton, termasuk penjualan 1,3 juta ton metallurgical coal. Namun, harga jual yang tinggi lebih dari cukup untuk mengimbangi dampak penurunan volume.

• PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 18% menjadi 144.000 ons.

• Kontraktor umum, PT Acset Indonusa Tbk, anak perusahaan yang 82,2% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan rugi bersih menjadi Rp114 miliar dibandingkan dengan rugi bersih Rp153 miliar pada semester pertama tahun 2021. Rugi bersih ini terutama karena perlambatan penyelesaian beberapa proyek yang sedang berjalan dan berkurangnya proyek pekerjaan konstruksi selama masa pandemi. R3

Semester I 2022, Grup Astra Diuntungkan Harga Batu Bara yang lebih Tinggi Semester I 2022, Grup Astra Diuntungkan Harga Batu Bara yang lebih Tinggi Reviewed by Ridwan Harahap on Kamis, Juli 28, 2022 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.