SKK Migas dan BSSN Perkuat Keamanan Siber Hulu Migas


Jakarta, OG Indonesia --
Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber terhadap sektor strategis nasional, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkuat perlindungan sistem informasi dan transaksi elektronik melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Kerja sama antara SKK Migas dan BSSN akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keamanan data dan sistem digital di lingkungan SKK Migas dan industri hulu migas guna mendukung keberlanjutan operasional untuk mendukung tercapainya ketahanan energi nasional.

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Selasa 12 Mei 2026 di kantor SKK Migas di Jakarta oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi. Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain: Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro, Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono dan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Slamet Ajid Pamungkas, beserta jajaran terkait dari SKK Migas dan BSSN.

Kolaborasi antara SKK Migas dan BSSN menandai penguatan sinergi dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang kian kompleks dan masif. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan mendorong peningkatan kapasitas perlindungan informasi, pengamanan transaksi elektronik, serta penguatan tata kelola dan kapabilitas keamanan siber pada kegiatan usaha hulu migas. 

Langkah ini sekaligus memberikan tingkat jaminan yang lebih tinggi terhadap keamanan data strategis sektor hulu migas sebagai salah satu objek vital nasional yang berperan penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan di era digital saat ini, industri hulu migas mengalami transformasi yang sangat cepat. “Digitalisasi telah menjadi tulang punggung operasional, mulai dari eksplorasi, pengolahan data geologi dan geofisika, hingga pengendalian fasilitas produksi secara real-time. Teknologi digital memungkinkan operasi berjalan lebih efisien, lebih akurat, dan lebih aman”, ujarnya.

“Industri hulu migas merupakan high-risk industry. Gangguan terhadap sistem digital tidak hanya berdampak pada aspek bisnis, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan manusia, lingkungan, serta keberlangsungan operasi produksi. Risiko yang dihadapi jauh lebih kompleks dibandingkan banyak sektor lainnya”, terang Djoko.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan bahwasanya wilayah operasi industri hulu migas tersebar sangat luas, mulai dari daratan terpencil hingga offshore platform, termasuk wilayah perbatasan negara. Kondisi ini menuntut sistem keamanan yang tangguh, adaptif, dan terintegrasi guna memastikan Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital dapat berjalan secara menyeluruh.

“Oleh karena itu, menjaga keamanan siber industri hulu migas bukan semata persoalan teknologi, melainkan juga bagian penting dari upaya menjaga ketahanan nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam geopolitik energi dunia," imbuh Djoko.

Pada kesempatan yang sama Kepala BSSN menyampaikan dukungannya terhadap industri hulu migas sebagai salah satu sektor strategis yang keberadaannya sangat dibutuhkan. “Hal-hal yang menjadi kebutuhan SKK Migas untuk mengamankan aset elektroniknya, maka BSSN siap untuk memberikan dukungan. Salah satu contohnya adalah pembentukan sistem dan terhubung dengan mitra kerja di industri hulu migas," ujar Nugroho.

Lebih lanjut, Nugroho mengatakan bahwa keamanan siber merupakan bagian dari resiko bisnis yang harus bisa dimitigasi dengan baik dan pada akhirnya semua akan terdigitalisasi. Dia mengharapkan agar kedepannya MOU ini dapat ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diikuti dengan program konkret dan penerapan teknologi di SKK Migas.

“Negara hadir untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat yang perlu di-support dengan keamanan siber untuk mendukung program Pemerintah. Kerjasama BSSN dengan SKK Migas adalah sesuai dengan arahan Presiden agar bisa melakukan Kolaborasi," pungkas Nugroho.

Sejalan dengan hal tersebut, SKK Migas dan BSSN selama ini telah membangun kerja sama yang erat melalui berbagai inisiatif strategis, antara lain:

1.   Pembentukan dan penguatan CSIRT (Computer Security Incident Response Team) untuk meningkatkan kemampuan deteksi, respons, mitigasi, dan pemulihan terhadap insiden siber.

2.   Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik guna menjamin integritas, keamanan, dan akuntabilitas proses digital di lingkungan SKK Migas dan KKKS.

3.   Pelaksanaan konsultansi dan pengukuran kapabilitas pengamanan siber, termasuk assessment kerentanan, penguatan tata kelola keamanan siber, asistensi teknis, serta penanganan insiden siber di seluruh ekosistem industri hulu migas.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan adaptif SKK Migas dan KKKS dalam menghadapi ancaman siber, sekaligus memperkuat ketahanan operasi dan Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital nasional.

Melalui kerja sama ini, kita berharap dapat mewujudkan beberapa manfaat utama, antara lain: peningkatan kapasitas dan kapabilitas keamanan siber, termasuk penguatan SDM dan tata Kelola, peningkatan kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden siber sehingga setiap gangguan dapat ditangani secara cepat dan efektif. Kemudian standardisasi praktik keamanan siber di seluruh ekosistem industri hulu migas agar operasi dapat berjalan secara aman, berkelanjutan, dan resilien.

Ke depannya diharapkan transformasi digital industri hulu migas dapat berjalan selaras dengan penguatan ketahanan siber nasional, mendukung kedaulatan digital Indonesia, dan memastikan produksi migas nasional tetap terjaga demi kepentingan energi dan keamanan negara. RH

SKK Migas dan BSSN Perkuat Keamanan Siber Hulu Migas SKK Migas dan BSSN Perkuat Keamanan Siber Hulu Migas Reviewed by Ridwan Harahap on Rabu, Mei 13, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.