Bojonegoro, OG Indonesia -- Dalam upaya mempererat koordinasi operasional dan memperkuat sinergi rantai pasokan energi nasional, PT Pertamina Gas Negara (PGN) Sales Operation Region (SOR) 3 melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), pada Rabu (10/6/2026). Kunjungan berlangsung di lokasi operasi JTB, Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ketahanan pasokan dan produksi migas saat ini menjadi salah satu prioritas strategis nasional. Dalam konteks transisi energi dan target swasembada energi yang dicanangkan pemerintahan, kolaborasi yang solid antara entitas hulu dan hilir menjadi keniscayaan. Kegiatan silaturahmi kerja ini merupakan wujud nyata sinergi dua entitas di bawah Holding Migas PT Pertamina (Persero) dalam menjaga keandalan operasi dari sumur hingga ke pelanggan akhir.
General Manager PGN SOR 3, Hedi Hedianto, menyampaikan apresiasi kepada PEPC Zona 12 atas kerja sama dan konsistensi pasokan gas dari Lapangan JTB yang selama ini terjaga dengan baik. Menurutnya, stabilitas suplai dari JTB menjadi faktor penting bagi PGN SOR 3 dalam menjaga kontinuitas layanan energi kepada pelanggan.
"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini, sehingga kami dapat melayani konsumen dengan lancar. Pasokan dari JTB menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas layanan energi bagi pelanggan rumah tangga, komersial, hingga industri di wilayah operasi PGN SOR 3,” ungkapnya.
PGN SOR 3 saat ini melayani sekitar 209 ribu pelanggan di berbagai sektor. Keberlangsungan pasokan gas menjadi elemen penting agar aktivitas rumah tangga, usaha komersial, dan industri dapat berjalan stabil tanpa gangguan berarti.
Hedi menambahkan, pasokan gas dari PEPC Zona 12 berkontribusi sekitar 65 persen terhadap total kebutuhan gas PGN SOR 3, menjadikan JTB sebagai pemasok gas terbesar di wilayah operasionalnya.
Sementara itu, Sr. Manager Project PEPC Zona 12, Yedi Rahmat memaparkan secara rinci alur proses produksi gas mulai dari kepala sumur, fasilitas pemrosesan gas, hingga titik serah ke pipa transmisi yang kemudian disalurkan kepada PGN.
Ia menegaskan komitmen PEPC untuk terus menjaga keandalan dan kesinambungan produksi demi mendukung kebutuhan hilir. “Kami akan terus menjaga keandalan produksi supaya kita semua sama-sama bisa berkontribusi mensukseskan program pemerintah dalam sektor energi ini,” terangnya.
Kerja sama antara PEPC Zona 12 dan PGN SOR 3 yang telah terjalin cukup lama ini terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pelayanan. Hingga saat ini, PEPC Zona 12 dalam operasionalnya telah mencatatkan lebih dari 71 juta jam kerja selamat (safe man-hours), sebuah capaian yang mencerminkan standar keselamatan dan keandalan operasional bertaraf tinggi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi JTB sebagai salah satu lapangan gas strategis yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan kerja ini, kedua pihak berharap koordinasi operasional antara hulu dan hilir dapat semakin ditingkatkan, sehingga keandalan pasokan energi nasional terjaga dengan optimal.
Sinergi antara PEPC Zona 12 dan PGN SOR 3 merupakan bagian dari komitmen bersama Pertamina Group dalam mendukung pemenuhan energi bagi masyarakat Indonesia, selaras dengan visi ketahanan dan kemandirian energi nasional. RH
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, Juni 12, 2026
Rating:



