Jakarta, OG Indonesia -- Di tengah tuntutan industri pertambangan untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset di tengah tekanan biaya operasional, keandalan alat berat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasi. Melalui ajang Mining Indonesia 2026, Castrol CRB Mining memperkuat perannya sebagai technical partner bagi industri pertambangan dengan menghadirkan keahlian teknis, pemahaman terhadap kebutuhan operasional, serta solusi pelumasan yang mendukung upaya menjaga performa dan umur mesin.
Tekanan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi semakin besar di industri pertambangan global. Dalam PwC Mine 2026, PwC menyoroti bahwa industri perlu meningkatkan produksi secara lebih efisien di tengah berbagai tekanan, termasuk tantangan ketahanan energi, fragmentasi geopolitik, perkembangan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Tekanan tersebut turut diperkuat oleh kenaikan dan fluktuasi harga energi yang berdampak langsung pada struktur biaya operasional (operational expenditure/opex), sehingga pelaku usaha perlu menjaga profitabilitas tanpa mengorbankan target produksi. Kondisi ini mendorong perusahaan tambang untuk melihat produktivitas secara lebih luas, termasuk bagaimana mengoptimalkan aset dan investasi untuk menghasilkan nilai yang lebih tinggi.
Downtime Alat Berat Berdampak pada Efisiensi Operasional
Bagi industri pertambangan, downtime atau kondisi ketika mesin atau perangkat tidak berfungsi dengan normal - bukan sekadar persoalan perawatan, tetapi persoalan efisiensi operasional. Perangkat mesin yang tidak dapat beroperasi secara optimal dapat memengaruhi produktivitas, utilisasi aset, dan biaya operasional. Karena itu, upaya meningkatkan efisiensi perlu dimulai dari bagaimana perusahaan menjaga equipment tetap andal dan meminimalkan potensi gangguan operasional.
“Keandalan mesin tidak dimulai ketika terjadi masalah, tetapi dari bagaimana kita mengantisipasi dan menjaga kondisinya sejak awal. Bagi industri pertambangan, equipment yang lebih andal berarti lebih sedikit gangguan operasional dan peluang untuk mengoptimalkan utilisasi aset. Dalam operasional pertambangan yang berat, pemilihan pelumas dan pengelolaan pelumasan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Di Castrol, kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga keahlian teknis untuk membantu pelanggan memahami kebutuhan mesin dan menentukan pendekatan pelumasan yang tepat,” ujar Troy Howard, General Manager B2B, Castrol Indonesia, dalan acara talkshow dengan tema "Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Opex: Menjawab Tantangan Efisiensi Energi dan Keandalan Alat Berat di Sektor Pertambangan" yang diselenggarakan Kompas Professional Mining dan CASTROL di booth Castrol pada perhelatan IEE Series 2026 - Mining Indonesia 2026, Jumat (11/9/2026).
Castrol CRB Mining Dukung Performa dan Umur Mesin Lebih Lama
Dalam operasional pertambangan yang berat, beban tinggi, jam operasi panjang, temperatur tinggi, serta paparan debu dan kontaminan dapat mempercepat degradasi pelumas, memicu penumpukan deposit, dan menyebabkan pengentalan oli yang berpotensi mengganggu performa mesin. Karena itu, pengelolaan pelumasan yang tepat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keandalan alat berat, tidak hanya dengan melumasi komponen, tetapi juga membantu menjaga kebersihan mesin dan kondisi oli sepanjang masa pakainya.
Castrol CRB Mining diformulasikan dengan cleaning agents untuk membantu mengendalikan penumpukan deposit dan antioksidan untuk membantu menghambat reaksi kimia yang dapat menyebabkan pengentalan oli. Dengan membantu menjaga kebersihan mesin dan kondisi pelumas, Castrol CRB Mining mendukung performa yang andal dan umur mesin yang lebih panjang.
Castrol Bawa Perspektif Industri dalam Diskusi Equipment Reliability
Selain menghadirkan solusi pelumasan, Castrol juga menggelar diskusi bersama pelaku industri untuk membahas bagaimana equipment reliability dan perawatan proaktif dapat mendukung efisiensi operasional pertambangan. Diskusi ini menghadirkan ahli baik dari bidang ekonomi, maupun asosiasi terkait untuk melihat tantangan produktivitas dan optimalisasi aset dari perspektif ekonomi maupun industri.
Dari perspektif ekonomi, Imaduddin Abdullah, Direktur INDEF Green Transition Initiative, mengatakan bahwa peningkatan produktivitas perlu turut mempertimbangkan bagaimana perusahaan mengoptimalkan aset yang telah dimiliki.
“Di tengah tekanan biaya operasional, peningkatan produktivitas tidak selalu berarti menambah aset. Salah satu peluangnya adalah memastikan aset yang sudah dimiliki dapat digunakan secara optimal, tersedia ketika dibutuhkan, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Widhi Setya, Department Head of Long-Term Research & Regulation Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia, menyoroti pentingnya pendekatan perawatan yang lebih proaktif dalam menjaga performa alat berat,
“Perawatan perlu dilihat bukan hanya sebagai aktivitas untuk memperbaiki alat setelah terjadi kerusakan. Preventive maintenance, pemantauan kondisi alat, dan pengelolaan perawatan yang disiplin menjadi bagian penting untuk menjaga alat berat tetap optimal dan mengurangi risiko unplanned downtime,” ujarnya.
Melalui kehadirannya di Mining Indonesia 2026, Castrol terus memperkuat perannya sebagai technical partner bagi industri pertambangan Indonesia, dengan menghadirkan produk, keahlian teknis, dan wawasan industri untuk membantu pelaku usaha menjaga reliability equipment sekaligus mengejar efisiensi operasional yang lebih baik. RH
Dorong Efisiensi Pertambangan di Tengah Tekanan Opex, Castrol Perkuat Keandalan Alat Berat
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, September 11, 2026
Rating:
Reviewed by Ridwan Harahap
on
Jumat, September 11, 2026
Rating:



