Kamis, 12 Mei 2016

GE Siap Ikut Sebanyak Mungkin Tender dari Program 35.000 MW

Handry Satriago, CEO GE Indonesia (kiri)
tegaskan GE siap ikut sebanyak mungkin
tender dari program 35.000 MW.
Foto: GE Indonesia 
Jakarta, OG Indonesia -- Setahun telah berlalu sejak pencanangan program 35.000 MW yang ditargetkan terealisasi di tahun 2019. Indonesia pun telah berhasil merealisasikan lebih dari 11.000 MW kapasitas listrik baru yang kontraknya telah dilakukan sejak program ini disetujui. GE pun ikut mendukung lewat portfolio solusi pembangkitan listriknya.

"Dari 35.000 MW berapa yang kita ingin? Kalau bisa semua tapi kan enggak mungkin," ucap Handry Satriago, CEO GE Indonesia di Jakarta, Kamis (12/05). "Yang jelas kita ada (pembangkit listrik) gas, coal, renewable. Ketika kita punya teknologinya kita akan ikut sebanyak mungkin tender yang kita bisa ikut," tegasnya. 

Diterangkan Handry, realisasi penambahan kapasitas listrik baru secepat mungkin sangat penting untuk mencapai target nasional pada tahun 2019 nanti. "Namun tidak kalah pentingnya memastikan para investor proyek-proyek pembangkit listrik mengevaluasi dan mendapat manfaat dari inovasi teknologi terkini,” katanya.

Persoalan teknologi tersebut menjadi penting, karena menurut Handry pada saat ini kompetisi terjadi, termasuk dengan produk-produk lain seperti dari Tiongkok. Karena itu, dikatakan olehnya, GE tak hanya menawarkan teknologi terbaru saja, tapi juga skema financing, perawatan dan SDM, kecepatan install, sampai pilihan-pilihan teknologi untuk daerah tertentu. "Seperti mobile power untuk daerah terpencil. Kita akan berkompetisi bahkan dengan produk-produk Cina," jelasnya.

Mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN tahun 2015 – 2024, konsumsi listrik Indonesia diprediksi akan meningkat rata-rata 8,7% per tahun dengan jumlah pelanggan diprediksi akan meningkat dari 60,3 juta pada tahun 2015 menjadi 78,4 juta pada tahun 2022. Tingkat pertumbuhan inilah yang menjadi basis program pemerintah terkait penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW.

"Kami berkomitmen dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat Indonesia. Saat ini 30 persen kapasitas pembangkit listrik yang telah terealisasi di Indonesia menggunakan teknologi GE,” ungkap Handry tentang kontribusi GE untuk urusan pembangkit listrik di Indonesia.

Diterangkan olehnya, dengan pengalaman yang mendalam di bidang pembangkit listrik serta inovasi, GE mampu menyediakan teknologi yang paling komprehensif di sektor energi. Di mana terdapat lebih dari 13.500 turbin gas dan turbin uap di seluruh dunia yang sedang beroperasi dengan kapasitas lebih dari 1.500 GW, menyediakan listrik bagi industri, perdagangan dan penduduk di lebih dari 120 negara. RH