Jumat, 13 Mei 2016

Pembangunan Pipa Gresik-Semarang Sudah Lampaui 75 Persen

Pertagas siap interkoneksikan
infrastruktur gas di pulau Jawa.
Foto: Pertagas
Semarang, OG Indonesia -- Upaya PT Pertamina Gas membangun pipa gas open access ruas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 267 km diharapkan bisa menjadi infrastruktur penting untuk menyambungkan sumber dan daerah pengguna gas yang berada di Pulau Jawa. Hal tersebut disampaikan IGN Wiratmaja Puja, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM saat melakukan peninjauan di lokasi proyek Gresem, di Semarang, Jumat (13/05).
Menurut Wiratmaja, saat ini Indonesia harus mengejar ketertinggalan dalam bidang infrastruktur migas, khususnya gas bumi. Untuk itu diperlukan pembangunan infrastruktur yang masif untuk mengejar ketertinggalan tersebut. "Karena ke depan gas akan menjadi energi yang dipakai dimana-mana," ujar Wiratmaja. 

Salah satu kebutuhan yang cukup besar untuk memasok gas, menurut Wiratmaja adalah untuk kebutuhan pembangkit listrik. Apalagi dalam program 35.000 MW listrik yang sudah dicanangkan pemerintah, sekitar 20 persennya akan menggunakan bahan bakar gas. "Jadi bisa dibayangkan akan terus meningkatnya kebutuhan gas ke depannya," ucapnya.
Tak hanya untuk kebutuhan listrik, pembangunan infrastruktur gas juga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gas untuk pabrik pupuk dan berbagai industri lainnya yang saat ini mulai banyak beralih dari BBM ke BBG. "Termasuk juga gas untuk rumah tangga yang dibutuhkan masyarakat," tambah Wiratmaja. 
Pembangunan infrastruktur gas, menurut Wiratmaja, sangat penting lantaran mampu memicu pertumbuhan ekonomi yang merata. Dia berharap pembangunan ruas Gresem ini bisa segera terwujud lantaran bakal menjadi urat nadi infrastruktur gas di utara Pulau Jawa.
Menurut Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Gas, Indra Setyawati, pihaknya akan terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas guna ikut berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. "Pembangunan ruas pipa gas open access Gresik–Semarang ini bentuk kesungguhan kami, dan terus kami genjot pembangunannya," kata Indra yang juga ikut hadir saat peninjauan proyek Gresem bersama dirjen migas.
Ruas pipa gas Gresem ini, menurut Indra, merupakan salah satu dari tiga ruas yang dilelang oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada tahun 2006. Ruas pipa transmisi gas baru ini dibangun sebagai jaminan penyediaan gas sepanjang pulau Jawa secara berkelanjutan. "Di mana fokus utamanya adalah untuk mengalirkan gas dari wilayah Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Tengah," jelasnya.
Pipa gas open access Gresik–Semarang dibangun oleh Pertagas sepanjang 267 km dengan kapasitas maksimal 500 MMSCFD dan diameter pipa sebesar 28 inchi. Dari sisi pasokan gas sendiri akan disuplai dari gas excess Jawa Timur yang berpotensi berasal dari alokasi Husky CNOOC Madura Limited dan Blok Cepu serta lapangan lainnya mulai tahun mulai 2017.
Saat ini pembangunan ruas pipa Gresik-Semarang yang meliputi EPC (engineering, procurement and construction) ini telah mencapai lebih dari 75%. "Dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2017,” ujar Indra. Pertagas dan Pertamina grup, Indra menegaskan, siap mendukung penugasan pemerintah dalam melakukan pembangunan infrastruktur gas yang berkelanjutan demi interkoneksi infrastruktur gas di pulau Jawa dapat terwujud.
Kesiapan tersebut dibuktikan dengan penjajakan kerjasama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk membangun ruas pipa open access lainnya di Pulau Jawa yakni ruas Cirebon – Semarang. "Saat ini Pertagas dan Rekind masih dalam proses joint study, semoga kerjasama ini dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi lagi demi mempercepat proses pembangunan ruas Cirebon–Semarang,” tutup Indra. RH