Rabu, 18 Mei 2016

PLB Bantu Efisiensi Kegiatan Operasi Migas

 Business Forum Migas 2016
tentang Pusat Logistik Berikat untuk
menunjang kegiatan operasi migas.
Foto: Ridwan Harahap
Jakarta, OG Indonesia -- Peran Pusat Logistik Berikat (PLB) yang oleh Presiden Joko Widodo didorong untuk dibangun di seluruh penjuru Indonesia memiliki nuansa yang mendukung industri migas. Dengan adanya PLB diharapkan industri migas bisa lebih efisien di tengah situasi sulit yang tengah menerpa saat ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan-Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Robi Toni dalam Business Forum Migas 2016 "Optimalisasi Pemanfaatan Pusat Logistik Berikat Dalam Menunjang Efisiensi Operasi Migas" yang diadakan oleh OG Indonesia dan Komunitas Migas Indonesia (KMI) di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/05).

Robi ToniDirektur Fasilitas Kepabeanan
Ditjen Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan
 
"PLB ini gudang multifungsi untuk menyimpan barang ekspor maupun impor, jadi bisa impor dan ekspor di PLB itu sehingga bisa untuk menimbun barang lokal juga. Kalau gudang berikat itu hanya untuk impor, jadi tidak berkembang," terang Robi. "Dan ada nuansa khusus bahwa PLB ini dibuat untuk industri oil and gas," sambungnya seraya mengungkapkan bahwa lebih dari separuh PLB yang ada saat ini untuk menunjang industri migas dan pertambangan.

Dijelaskan oleh Robi, dengan adanya PLB, tak perlu lagi menunggu barang impor dari Singapura. "Karena sudah ada di PLB," tegasnya. Akibatnya, kegiatan penimbunan barang yang mayoritas saat ini masih di Singapura pun bisa dipindahkan ke dalam negeri dengan harga yang lebih murah. "Ini bisa menurunkan biaya penimbunan dan juga biaya transportasi," ucapnya.

Dipaparkan oleh Robi, Presiden Jokowi telah mengatakan agar PLB dapat dibangun di setiap provinsi di Indonesia. Saat ini telah terdapat 11 kawasan PLB yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. "Target tahun ini (PLB) bisa ke 50 lokasi. Kita harus berkembang," tuturnya.

Agus Cahyono AdiDirektur Pembinaan Program Migas
Ditjen Migas Kementerian ESDM 
Sementara itu Direktur Pembinaan Program Migas-Ditjen Migas Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengungkapkan selain dapat mengefisienkan biaya, adanya PLB juga dapat memperkuat industri dalam negeri karena akan mempermudah keterlibatan vendor lokal dan produsen dalam negeri karena lokasinya yang lebih dekat dengan PLB. "Adanya PLB ini dapat mendorong industri dalam negeri untuk dapat berkiprah di dalamnya," ujarnya. 




 S. Herry Putranto, Ketua Komunitas Migas Indonesia (KMI) 
Hal tersebut diamini oleh Ketua Komunitas Migas Indonesia (KMI) S. Herry Putranto yang mengatakan upaya mendorong industri dalam negeri lewat PLB tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan pemakaian konten lokal yang diberlakukan dalam kegiatan operasi migas. 

Ditambahkan oleh Herry, adanya PLB di suatu kawasan hulu migas tak hanya membantu kegiatan pengembangan migas saja, tetapi bisa juga untuk pengembangan industri petrokimia. "Jadi banyak yang bisa dikembangkan. Misal di wilayah Natuna ada gas, itu nanti industri penunjang petrokimia bisa dibangun juga di sana," paparnya. "Jadi peluang PLB bukan hanya migas, tapi bisa juga untuk peralatan-peralatan pendukung dan industri lainnya," sambung Herry.

Iman Sjafei,President Director PT. Cipta Krida Bahari 
Salah satu perusahaan yang telah bermain dalam pengelolaan PLB adalah PT. Cipta Krida Bahari (CKB) yang lokasi PLB-nya berada di Cakung, Jakarta Timur. Disampaikan oleh President Director PT. Cipta Krida Bahari Iman Sjafei, tujuan dikembangkannya PLB oleh pemerintah adalah guna menjadikan Indonesia sebagai pusat logistic hub di kawasan Asia Pasifik. 



Diceritakan oleh Iman, dengan adanya PLB dapat mempercepat dwelling time. "Setelah kami implementasikan, barang itu biasanya bisa keluar dalam 1-2 hari. Tapi (dengan PLB) itu barang sudah bisa ditarik dalam hari itu juga atau di hari yang sama," terangnya. "Itu bisa menjadi jawaban dari masalah logistik selama ini terkait dwelling time yang lama," sambung Iman.

Setelah di Jakarta, CKB akan menambah lokasi-lokasi PLB-nya di berbagai wilayah Indonesia. "Pengembangan rencana kami setelah di Jakarta, nanti ada di Surabaya dan Balikpapan. Kita juga sedang ada development di Tual, dan di Papua yaitu di Sorong dan Timika," pungkas Iman. RH