Senin, 29 April 2019

Kemenko Maritim Jaga Proyek Jalur Sutra Modern Tidak Rugikan Indonesia

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Ridwan Djamaluddin menegaskan kerjasama Indonesia dengan China lewat Program Global Maritime Fulcrum - Belt and Road Initiative (BRI) atau Jalur Sutra Modern dimaksudkan untuk menarik investasi masuk ke Indonesia.


Terdapat enam proyek yang disepakati dalam program kerjasama ini dari 30 proyek yang ditawarkan Pemerintah Indonesia. Enam proyek tersebut adalah Kawasan Industri Kuala Tanjung, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Industri Kualanamu di Sumatera Utara, proyek energi bersih Sungai Kayan (Kalimantan Utara), Kura-kura Island Tech Park (Bali) dan program peremajaan perkebunan kelapa sawit.

"Kerjasama ini kita jaga untuk saling menguntungkan. Sangat kita jaga jangan sampai Indonesia dirugikan," kata Ridwan dalam acara media briefing di Gedung Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (29/04).

Pernyataan Ridwan untuk menepis isu bahwa NKRI mau dijual ke China lewat program BRI ini. Ia menjelaskan kerjasama dengan China dilakukan karena saat ini China merupakan negara dengan perekonomian yang sedang kuat-kuatnya. Tak heran China banyak menjalin kerjasama dengan banyak negara. 

Ditambahkan olehnya dalam menyusun kerjasama dengan China tersebut sudah berlangsung lama dan cukup alot. Terutama soal skema B to B atau Business to Business yang akhirnya dipakai karena tak mau pemerintah Indonesia bekerjasama langsung dengan Pemerintah China lewat skema G to G. 

"Kita tak mau menjadi hutang pemerintah. Jadi kita memastikan bahwa kerjasama itu antar pelaku industri swasta," ucapnya seraya menambahkan jika proyek yang dijalankan bersama tersebut gagal, maka tidak menjadi hutang negara tapi pihak perusahaan yang terlibat. "Jadi mohon dipahami bahwa yang kita lakukan adalah menarik investor," pungkas Ridwan. RH