Jumat, 28 Juni 2019

Baru Dilantik, Kepala BATAN Diminta Teruskan Riset Nuklir untuk Energi

Anhar Riza Antariksawan (kanan) dilantik
menjadi Kepala BATAN yang baru.
Foto: ET
Jakarta, OG Indonesia -- Setelah tujuh bulan posisi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kosong semenjak pada Desember 2018 lalu masa jabatan Kepala BATAN sebelumnya Djarot Sulistio Wisnubroto habis, pada hari ini, Jumat (28/06), Kepala BATAN yang baru dilantik. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir secara resmi melantik Anhar Riza Antariksawan sebagai Kepala BATAN di Kantor BATAN, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Menristekdikti berpesan kepada Kepala BATAN yang baru agar mewujudkan good government governance di lingkungan lembaga yang dipmipinnya. Ia juga menekankan agar BATAN terus menggiatkan inovasi dari bidang tenaga nuklir yang bisa dikomersialisasi. "Harus terus melakukan inovasi. Tanpa inovasi tidak mungkin bisa memberikan kesejahteraan. Jadi harus ada invention yang bisa dikomersialisasikan," ucap Nasir.

Menurut Menristekdikti, nuklir harus bisa memberikan manfaat di banyak bidang, mulai dari bidang kesehatan, pangan, termasuk juga untuk energi. Khusus untuk bidang energi, Nasir menjelaskan bahwa BATAN juga harus melanjutkan pembangunan reaktor nuklir yang digunakan untuk riset. Ia pun menekankan bahwa riset nuklir untuk energi penting untuk dilakukan karena Indonesia tak bisa seterusnya mengandalkan energi fosil saja.

"Kami akan mengusulkan kepada Bapak Presiden Jokowi terkait anggaran pembangunan reaktor daya listrik. Anggarannya harus dipastikan ada karena pembangunannya tidak cukup dalam waktu satu hingga dua tahun," jelasnya.

Karena itu, Menristekdikti meminta Kepala BATAN yang baru untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk pengembangan energi dari nuklir. Indonesia sendiri saat ini sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan nuklir karena sudah memiliki tiga reaktor nuklir sejak tahun 1965.

Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan sendiri mengatakan bahwa BATAN akan terus menghadirkan iptek nuklir untuk kemajuan bangsa, baik untuk bidang kesehatan, pangan, industri, dan juga energi. "Pengembangan iptek nuklir diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa," kata Anhar.

Anhar Riza Antariksawan lahir di Semarang, 6 November 1962. Ia menamatkan pendidikan Program Studi Teknik Nuklir dari Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya, Anhar melanjutkan pendidikan pasca sarjana sampai meraih gelar doktor di Institut Nasional Politeknik Perancis. Sebelum diangkat menjadi Kepala BATAN, Anhar menduduki posisi sebagai Peneliti Utama di BATAN. RH