Selasa, 16 Juli 2019

PII Pusat Bahas Proyek LNG Kawasan Timur Indonesia

Jakarta, OG Indonesia -- Badan Pelaksana Program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (Bapel PKB) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menyelenggarakan Kursus LNG Fundamentals di Jakarta.


Kegiatan ini dihadiri oleh 7 peserta yang juga merupakan anggota PII yang bergelut di sektor power dan migas. Dua di antara mereka adalah profesional dari MAN Energy Solution merupakan gas engine provider yang aktif di dalam memasarkan teknologi dual fuel engine power plant yang saat ini banyak dibangun di Kawasan Indonesia Timur.

Kursus sehari ini dibawakan oleh Habibie Razak, selaku Komite Diklat Profesi dan PKB PII Pusat yang juga bergelut di sektor LNG, gas dan pembangkit listrik di Indonesia. Habibie dengan pengalaman internasional pernah mengerjakan beberapa proyek Onshore & Floating LNG Liquefaction Plant di China dan Amerika Serikat dalam kurun beberapa tahun terakhir.

“Memang bisnis LNG domestik di Indonesia belumlah booming seperti yang terjadi di China di mana LNG dijual secara retail ke industri, rumah tangga, untuk bahan bakar kendaraan seperti bis dan truk dan untuk pembangkit listrik dalam skala kecil. Mini LNG supply chain di sana mulai populer sejak awal tahun 2000-an," kata Habibie kepada Media, Senin, (15/07).

Materi kursus sehari ini berisikan tiga topik utama antara lain LNG market, LNG technology, dan LNG Investment. LNG technology, kata Habibie, mencakup 3 aspek besar antara lain LNG Liquefaction, LNG transportation dan LNG Receiving technology.

Sesi kursus sehari ini juga membahas tentang proyek LNG Kawasan Timur Indonesia yang mulai diinisiasi oleh PLN sejak tahun 2014 lalu yang rencananya membangun puluhan small LNG Receiving Terminal untuk melayani kebutuhan LNG untuk pembangkit listrik dari pulau-pulau besar hingga ke pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Timur Indonesia.

"PLN sudah banyak membangun duel fuel (diesel-LNG) gas engine power plant namun hingga sekarang fasilitas pembangkit tadi masih beroperasi dengan diesel karena LNG receiving facility yang tidak kunjung dibangun," pungkasnya. RH