Selasa, 16 Juli 2019

Revisi PoD Beres, INPEX Siap Kembangkan Proyek LNG Abadi Masela

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- INPEX Corporation (INPEX) melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd, pada hari ini, Selasa (16/07), secara resmi telah menerima persetujuan revisi Rencana Pengembangan (Plan of Development/PoD) Proyek LNG Abadi di Blok Masela, Maluku.

Persetujuan revisi PoD ini diserahkan langsung oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto kepada Presiden dan CEO Inpex Incorporation Takayuki Ueda dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dokumen PoD Abadi Masela sendiri sudah ditandatangani oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada pekan lalu.

Sebagai tambahan atas persetujuan revisi POD, Pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama 7 tahun dan perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja Masela selama 20 tahun hingga tahun 2055.

Dikatakan Takayuki Ueda, persetujuan atas revisi PoD oleh pemerintah ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi Proyek LNG Abadi. Di mana sebelumnya konsep pengembangan proyek ini telah mengalami perubahan dari skema kilang terapung menjadi skema LNG darat.

"Saya yakin karakteristik proyek yang berdasarkan revisi PoD sekarang ini cukup kompetitif dan keekonomiannya sangat masuk akal karena Lapangan Gas Abadi mempunyai produktivitas reservoir yang sangat bagus dan merupakan salah satu sumber gas terbesar di dunia, hal mana menumbuhkan harapan untuk mengembangkannya secara efisien dan menjadikan lapangan ini beroperasi secara stabil dalam memproduksi gas alam cair (LNG) untuk jangka waktu yang panjang," ucap Ueda.

Selanjutnya, INPEX sebagai operator dengan Participating Interest (PI) 65% bersama Shell dengan PI 35% akan terus bekerja bersama untuk memulai aktivitas persiapan yang diperlukan dalam rangka melaksanakan kegiatan FEED (Front End Engineering Design). Persiapan-persiapan ini utamanya adalah mobilisasi personil untuk operasional dan kegiatan lelang pekerjaan untuk menyeleksi, memilih kontraktor-kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan FEED.

"FEED-nya kita mulai 2020, memakan waktu 2-3 tahun. Langkah selanjutnya adalah FID (Final Investment Decision), sekitar 3-4 tahun dari sekarang," kata Ueda.

Untuk pendanaan proyek LNG Abadi Masela, Ueda mengungkapkan sebagian besar berasal dari dana internal INPEX, dan sebagian kecil akan coba diperoleh lewat skema Trustee Borrowing Scheme (TBS). Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sendiri mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek LNG Abadi Masela sampai tahun 2055 bisa mencapai US$ 42 miliar.

INPEX sendiri selama proses FEED dan FID akan berusaha untuk mendapatkan kepastian terkait pembeli LNG dari Blok Masela nanti. Ueda menegaskan terbuka kepada pembeli dari mana saja asalkan penawarannya menarik. "Saya meyakini karena proyeknya di Indonesia, saya pikir jika ada pembeli di Indonesia kami akan sangat senang," tuturnya.

Sementara itu Clare Harris, Executive Vice President Venture Development dari Shell mengatakan persetujuan revisi PoD ini adalah sebuah pencapaan yang penting. "Shell berharap untuk melanjutkan kolaborasi yang erat bersama INPEX dalam mewujudkan pengembangan LNG di darat yang kompetitif secara global dan yang akan memberi keuntungan kepada Negara Indonesia untuk puluhan tahun ke depan," ujar Harris.

Proyek Abadi adalah proyek pengembangan LNG skala besar terintegrasi pertama yang dloperasikan oleh INPEX di Indonesia sebagai operator. Sebelumnya INPEX berpengalaman dengan proyek serupa yaitu Proyek LNG Ichthys di Australia.

Diperkirakan produksi LNG dari Blok Masela akan dimulai pada paruh kedua dekade tahun 2020-an. Nantinya produksi LNG dari Masela diharapkan sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa). Selain LNG, Blok Masela juga akan memproduksi gas lokal lewat pipa sekitar 150 mmscfd, dan kondensat sekitar 35.000 bopd. RH