Kamis, 01 Agustus 2019

Lima Kawasan Industri Baru di Kalimantan Potensial Serap Gas Bumi Setempat


Palangkaraya, OG Indonesia – Dalam Rencana Induk Tahun 2012-2025 telah direncanakan pembangunan jalur pipa gas bumi Trans Kalimantan sepanjang 2.019 Km yang membentang dari Bontang, Banjarmasin, Palangkaraya hingga Pontianak untuk mengangkut gas bumi dari Bontang serta Natuna guna memenuhi kebutuhan energi gas alam di Kalimantan. Termasuk untuk lima kawasan industri baru yang akan dibangun di Kalimantan.


Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), lima Kawasan industri baru tersebut antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MBTK di Kalimantan Timur, Kawasan Industri (KI) Batulicin dan KI Jorong di Kalimantan Selatan, serta KI Landak dan KI Ketapang di Kalimantan Barat.

Dikatakan oleh Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, kelima kawasan industri baru tersebut pastinya membutuhkan pasokan energi termasuk gas bumi sehingga nantinya berpotensi meningkatkan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan.

“Pembangunan pipa gas Trans Kalimantan sudah masuk ke dalam RPJMN tahun 2020-2024 sehingga dibutuhkan data kebutuhan riil gas bumi di Pulau Kalimantan untuk dapat mewujudkan Kalimantan menjadi green energy," ucap Fanshurullah dalam FGD Prospek Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan yang diadakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (31/07).

Berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia Tahun 2018-2027, diperkirakan bumi Kalimantan akan mengalami surplus suplai yang selama ini mayoritas pasokannya diolah menjadi LNG domestik dan komoditas ekspor. Namun di sisi lain, pemanfaatan gas bumi di Kalimantan masih belum optimal seperti untuj untuk transportasi, rumah tangga, pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi, hingga pembangkit listrik.

Rencana wilayah Kalimantan yang diperkirakan akan menjadi lokasi ibukota baru Indonesia tentunya cocok dengan suplai energi gas bumi yang masih cukup besar di Kalimantan. BPH Migas sendiri mendukung Kalimantan untuk menjadi ibukota Republik Indonesia, di manapun lokasinya.

"Kami akan terus mendorong salah satu visi Presiden Republik Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur melalui infrastruktur pipa gas bumi," ucap Fanshurullah."BPH Migas juga akan terus berkinerja untuk mewujudkan dua hal yaitu mewujudkan energi berkeadilan yang salah satunya peningkatan pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan infrastruktur pipa gas bumi dan tentang mewujudkan keadilan kewilayahan, terutama Kalimantan yang telah memberikan kontribusi besar pada sektor energi NKRI," pungkasnya. RH