Jumat, 27 September 2019

Kendaraan Listrik Jangan Sampai Tabrak Pemanfaatan BBG

Ahmad Safrudin,
Direktur Eksekutif KPBB.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk transportasi seolah selalu BBG alias Bolak-Balik Gagal. Tren kendaraan listrik belakangan ini pun jangan sampai kian membenamkan pemanfaatan BBG untuk kendaraan.


"Jangan sampai electric vehicle ini menabrak mobil dengan bahan bakar gas," kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin atau yang akrab disapa Puput di Jakarta, Jumat (29/9/2019).

Memang saat ini kendaraan yang memakai BBG kian sulit untuk mendapatkan BBG atau bahkan mencari SPBG yang beroperasi. Tercatat di Jabodetabek pada tahun 2016 lalu masih ada sekitar 45 SPBG yang beroperasi namun kini hanya ada 23 unit yang berfungsi, dan itu pun tak semuanya beroperasi secara ajeg.

Padahal beberapa tahun lalu gaung konversi BBM ke BBG begitu bergema. Namun kini surut dan kini berganti euforia kendaraan listrik. Puput menilai program-program terkait energi dari Pemerintah seperti banyak keinginannya, namun sulit menjalankannya. "Maunya banyak tapi tenaganya kurang," ucapnya.

Ia pun mengatakan sebenarnya wacana kendaraan listrik itu bagus. Hanya saja kalau sudah ada program yang sebenarnya sudah berjalan sebelumnya seperti kendaraan berbahan bakar gas sebaiknya tetap dijalankan, jangan malah ditinggalkan. 

"Kalau kita bisa pakai gas, sambil nunggu electric vehicle, ya gas jalankan saja. Kalau sekarang kan kesannya BBG ditabrak oleh listrik," ujar Puput.

Jadi menurutnya, kendaraan dengan BBG maupun yang menggunakan listrik sebenarnya bisa terus dikembangkan bersama-sama. "Bagi kami dalam konteks mendorong kendaraan yang ramah lingkungan, untuk teknologinya sebenarnya terserah ke pasar. Pakai gas oke, electric vehicle pun oke," tegasnya. RH