Senin, 30 September 2019

Shell Tekankan Pentingnya Tribologi untuk Efisiensi Energi

Foto: Hrp
Malang, OG Indonesia -- Sebagai perusahaan energi dunia, Shell memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan global akan energi dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial, lingkungan dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan generasi muda.


Dalam rangkaian acara Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang (UM) dari 24 – 28 September 2019, Shell sebagai salah satu sponsor memberikan wawasan mengenai pentingnya teknologi terdepan yang inovatif sebagai upaya mencari solusi energi masa depan. 

Bambang Wahyudi, Vice President Technical PT Shell Indonesia yang menjadi pembicara utama dalam sesi seminar dengan tema “Tribologi & Efisiensi Energi”, menjelaskan bahwa penerapan tribologi atau penerapan ilmu dan teknologi yang terkait dengan gesekan, keausan, dan pelumasan yang benar serta pemilihan base oil dan additive untuk mendapatkan formulasi pelumas yang seimbang dengan menerapkan kaidah-kaidah tribologi yang tepat dapat menghasilkan efisiensi energi.

“Pelumas merupakan faktor yang sangat penting bagi mesin, termasuk mesin kendaraan. Selain dapat mengurangi gesekan, pelumas juga berfungsi melindungi mesin terhadap keausan," jelasnya.

Sementara itu Oyong Novareza, Ketua Jurusan Teknik Industri, Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa tribologi memegang peranan penting dalam proses manufaktur suku cadang kendaraan hemat energi. 

"Rekayasa di bidang tribologi dapat
menghasilkan produk yang lebih bersih, yang dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan," terangnya.

Dalam proses pengembangan kendaraan yang ramah lingkungan, tribologi memang menjadi salah satu elemen penting. Hal ini dibuktikan dalam sebuah laporan dari JOST Report (1981) berjudul “Energy Savings Through Tribology”. Dalam laporan tersebut dipaparkan beberapa dampak positif penerapan tribologi secara ekonomi, antara lain pengurangan biaya manpower, pemeliharaan mesin dan penggantian pelumas, juga kerugian lainnya akibat gangguan mesin. 

Selain itu, penerapan tribologi juga diproyeksikan dapat memberikan penghematan negara berdasarkan PDB (Produk Domestik Bruto) yang cukup signifikan untuk mengurangi kerugian effisiensi akibat gesekan dan keausan di sektor industri. 

“Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi masa depan. Kami berharap lebih banyak pihak memahami manfaat dari aplikasi tribologi untuk melahirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi semua, khususnya dalam hal efisiensi energi terutama menyongsong Era Revolusi Industri 4.0," tambah Bambang. RH