Senin, 30 September 2019

DEM Banyumas: Geothermal Masa Depan Pengganti Energi Fosil di Indonesia

Banyumas, OG Indonesia -- Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Banyumas menegaskan bahwa energi geothermal atau panasbumi merupakan energi yang menjadi masa depan bagi Indonesia.


Hal ini terungkap dari diskusi publik bersama masyarakat yang mengupas tuntas potensi, manifestasi, kelebihan, dan juga kekurangan dari energi geothermal di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (29/9/2019).

Menurut Daffa Dhiyaulhaq, Kepala Departemen Geothermal DEM Banyumas, potensi geothermal di Indonesia sangat besar. "Hampir di semua provinsi memiliki potensi panas bumi dengan berbagai manifestasi yang berbeda-beda," ucap Daffa.

Di wilayah Banyumas sendiri memiliki Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Baturraden yang dikelola PT Sejahtera Alam Energy (SAE). WKP yang terletak di kawasan Gunung Slamet ini memiliki potensi listrik yang dibangkitkan hingga 220 Megawatt (MW).

Dilanjutkan Daffa, Indonesia sendiri menduduki urutan kedua sebagai negara yang telah menghasilkan energi panasbumi terbesar di dunia dengan cadangan geothermal menyentuh angka 29.000 MW. 

"Tanpa bermaksud mengesampingkan sumber EBT yang lain, memang potensi terbesar di Indonesia untuk menghasilkan energi itu ada di geothermal. Apalagi melihat sifat dari geothermal yang terbarukan dan terdapat banyak wilayah di Indonesia maka sangatlah cocok untuk menggantikan energi fosil yang pastinya nanti akan habis," paparnya.

Sementara itu Rosyid, Ketua Umum DEM Banyumas menegaskan bahwa energi  bukan melulu tentang minyak, gas, listrik, tapi beragam sumber lainnya hingga yang sifatnya terbarukan seperti nabati, geothermal, biomassa, sinar matahari, angin, api, sampai nuklir.

Ditambahkan olehnya, Indonesia diselimuti Sabuk Api Pasifik dengan gunung api membentang sepanjang wilayah, menjadikan Indonesia sangat berpotensi dalam pengembangan energi geothermal. "Di sisi lain geothermal itu tidak memiliki polutan, sehingga tidak ada polusi dan dapat digunakan secara jangka panjang serta berkelanjutan," sambung Rosyid.

Dalam diskusi tersebut, DEM Banyumas dan masyarakat juga mengupas hal-hal yang menjadi pro dan kontra dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi di wilayahnya. DEM Banyumas berharap nantinya pengelolaan geothermal dapat dikelola sepenuhnya oleh BUMN. Selain itu setiap pengembangan PLTP wajib mempertimbangkan matang-matang aspek selain teknis, yakni sosial, lingkungan, regulasi, dan SOP, sehingga dapat meminimalisir hal-hal negatif. RH