Sabtu, 26 Oktober 2019

Penyemenan Tiga Sumur di Area YYA Rampung Medio November 2019

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Direktur Operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) yang juga Incident Commander penanganan sumur YYA-1 Taufik Aditiyawarman, mengatakan penyemenan tiga sumur di area YYA di wilayah kerja ONWJ akan selesai sebelum pertengahan November 2019.

Diterangkan Taufik, jika sudah disemen ketiga sumur tersebut akan ditinggalkan karena sudah tidak mungkin dimanfaatkan kembali. Ia juga menegaskan untuk oil spill dari sumur YYA-1 sudah tidak ada lagi sejak akhir September lalu.

"Kalau sudah disemen selanjutnya kita akan melakukan pemotongan anjungan yang miring," kata Taufik di sela-sela kegiatan Coastal Clean Up alias bersih-bersih pantai yang dilakukan PHE di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Jika nanti sudah dipotong, dikatakan Taufik, anjungan YYA tersebut akan di-recover untuk kemudian semaksimal mungkin dimanfaatkan di masa depan. "Sebab itu aset negara kan, Merah Putih," jelasnya. Dengan anjungannya dipotong, rig Ensco-67 juga bisa lebih mudah diambil sehingga bisa digunakan lagi di tempat lain.

Taufik memperkirakan untuk kegiatan penyemenan tiga sumur tersebut menelan biaya sekitar US$ 3 juta. 

Seiring penyemenan tiga sumur selesai dilakukan, PHE akan 100% merampungkan demobilisasi atau penarikan peralatan-peralatan penanganan kebocoran sumur YYA-1 seperti oil boom dan sebagainya, dari wilayah tersebut.

Sementara untuk penanganan dampak lingkungan di daratan, diungkapkan Taufik, saat ini sedang dilakukan proses deleniasi untuk mengkonfirmasi data-data awal terkait mana saja daerah terdampak di daratan. "Ini untuk menetapkan pemulihan yang pas untuk wilayah tersebut, apakah fokus ke mangrove, tanah, atau pasir. Itu untuk rencana pemulihan sampai tahun 2020," ujar Taufik.

Selain itu PHE telah bekerja sama dengan IPB yang akan melakukan studi valuasi dampak terhadap masyarakat secara ekonomi. Hasil studi dari IPB tersebut akan jadi basis bagi PHE untuk memberikan kompensasi yang sudah rampung prosesnya untuk tahap pertama. "Harapannya untuk tahun ini sudah selesai (studi) dari IPB itu," tuturnya.

Diungkapkan Taufik, untuk kompensasi tahap pertama untuk masyarakat sudah dibayarkan Rp 17 miliar untuk sekitar 14.000 orang di wilayah terdampak. Untuk kompensasi tahap selanjutnya, PHE akan berpatokan kepada hitungan final dari IPB. "Jika ada kekurangannya, akan kita tambahkan," terang Taufik. RH