Selasa, 26 November 2019

Ini Pesan Menteri ESDM kepada Kepala BPMA yang Baru

Arifin Tasrif, Menteri ESDM
Foto-foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Teuku Muhammad Faisal sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kantor Kementerian ESDM, Senin (25/11/2019). Pelantikan ini disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Aceh Nova Iriansyah, Sekretaris Jenderal ESDM Ego Syahrial dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Arifin mengungkapkan, dengan terpilihnya Kepala BPMA yang baru diharapkan mampu mengimplementasikan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh.

"Arahan saya gimana bisa mengelola migas di Aceh dengan seoptimal mungkin serta dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh," jelas Arifin.

Untuk menjaga stabilitas produksi dan operasi serta rencana kegiatan KKKS di Aceh, Arifin mengharapkan agar Kepala BPMA berkoordinasi dengan stakeholder terkait terutama dalam hal mengatur masa peralihan kewenangan pengelolaan KKKS di Aceh.

"Masih ada sumber-sumber yang ke depannya kita akan lakukan kegiatan ekplorasi untuk menemukan sumber-sumber baru. Diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Pusat dengan Daerah dan para stakeholder terkait untuk meningkatkan tata kelola migas Aceh," ungkapnya.

Saat ini terdapat beberapa kegiatan hulu migas yang berada di Provinsi Aceh, seperti 6 Wilayah Kerja (WK) eksploitasi, yaitu Andaman III, South Blok A, East Seruway, Lhokseumawe dan W. Glagah Kambuna; 5 WK ekplorasi, yaitu Area A Noth Sumatera, Krueng Mane, North Sumatera B Block, NSO, Pase dan Pertamina EP. Satu lagi, WK terminasi Seruway yang sedang dikelola oleh SEOL.

"Masih ada sumber-sumber migas yang ke depannya kita akan ada kegiatan eksplorasi untuk bisa mendeteksi sumber-sumber baru sehingga daerah Aceh tetap terjaga energinya untuk jangka panjang," paparnya.

Untuk memberikan kelangsungan manfaat kepada masyarakat, Pemerintah juga meningkatkan pemanfaatan alokasi gas domestik di wilayah Aceh. Sesuai laporan kinerja Direktorat Jenderal Migas Tahun 2018, Provinsi Aceh telah tersambung jaringan gas sebesar 9.925 Sambungan Rumah (SR). Sementara untuk industri pemanfaatan gas diserap oleh Pupuk Iskandar Muda sebesar 77,3%.


Teuku Muhammad Faisal,
Kepala BPMA
Di akhir sambutan, Arifin memberikan pesan kepada Kepala BPMA agar amanah dalam menjalankan tugas barunya dengan Cepat, Cermat dan Profesional. "Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang telah diberikan dengan harapan dapat melaksanakan amanat ini dengan sebaik-baiknya," kata Arifin. 

Teuku Muhammad Faisal sendiri mengatakan bahwa pihak BPMA akan berupaya untuk menyediakan data subsurface yang lebih baik untuk lapangan-lapangan migas yang ada di Aceh sehingga ke depannya dapat meningkatkan produksi migas di Aceh.

"WK-WK terbuka di Aceh itu cukup banyak, mudah-mudahan nanti ada investor-investor baru yang datang mencari data-data dan kemudian bekerjasama dan berkontrak di Indonesia," harap Faisal. RH