Rabu, 06 November 2019

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Harus Dikebut Lebih Cepat

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Indonesia Infrastructure Week (IIW), Konstruksi Indonesia (KI), dan Intertraffic Indonesia 2019 secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada hari Rabu (6/11/2019), di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.


Ajang pameran bagi solusi infrastruktur, konstruksi dan konektivitas terbesar di Indonesia tersebut akan digelar hingga Jumat (8/11/2019), serta menghadirkan sekitar 240 exhibitors dari 20 negara, yang berasal dari latar belakang industri infrastruktur jalan, jembatan, konstruksi, alat berat, bahan bangunan, teknik sipil, IOT, IT Manajemen, CCTV, Safety, dan Parking.

Dalam kata sambutannya, Rabu (06/11/2019) Presiden Jokowi mengapresiasi kehadiran IIW, KI dan Intertraffic Indonesia. Menurutnya pameran ini merupakan wujud keseriusan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan pembangunan dari negara-negara tetangga.

“Meskipun 5 tahun ke depan kita mengedepankan sumber daya manusia (SDM), namun pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dan harus dikebut lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Jokowi, infrastruktur dapat mendongkrak pembangunan ekonomi, serta memperbaiki daya saing maupun indeks logistik Indonesia. Selain itu, lanjut beliau, infrastruktur pula yang dapat memperbaiki pemerataan pembangunan di Indonesia, yang memiliki sekitar 17.000 pulau.

Ditemui saat berlangsungnya opening ceremony pada Rabu (6/11/2019), Managing Director Tarsus Indonesia, Tri Turturi selaku penyelenggara acara, menyampaikan bahwa bahwa IIW, KI, dan Intertraffic Indonesia 2019 digelar untuk mendukung langkah pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional di Indonesia. Lebih lanjut, Tri Turturi berharap agar rangkaian perhelatan tersebut dapat membantu sinergi swasta dengan pemerintah, serta para investor sehingga dapat berjalan lebih baik lagi kedepannya.

Menurut Tri Turturi, IIW, KI, dan Intertraffic Indonesia 2019 diproyeksikan akan dihadiri oleh lebih dari 30.000 pengunjung, dengan beragam latar belakang.

“Target kami adalah kalangan profesional pada sektor energi, air & pengolahan limbah, perkeretaapian, pelabuhan, utilitas, konstruksi serta transportasi. Kemudian, pelaku industri konstruksi, baik dari kalangan arsitek, konsultan, kontraktor, pemerintah, asosiasi industri, perencana kota, ahli beton, insinyur, investor maupun pemilik proyek. Serta praktisi dan pakar di bidang infrastruktur, manajemen lalu lintas hingga pengembangan Smart City,” pungkas Tri Turturi. RH