Minggu, 12 Januari 2020

Manfaatkan Litbang Nuklir, Wapres Minta BATAN Tingkatkan Kerja Sama

Jakarta, OG Indonesia -- Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin meminta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk terus meningkatkan kerja sama dengan kementerian atau lembaga lainnya dalam rangka pemanfaatan hasil litbang iptek nuklir. Hal ini disampaikan Ma’ruf Amin saat bertemu dengan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan di Istana Wapres, Jl. Veteran, Jakarta, Jumat (10/01/2020).


Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam, Anhar menyampaikan kegiatan dan hasil-hasil BATAN yang telah dicapai, di antaranya di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan energi. “Selain untuk silaturahmi, pada pertemuan ini kami menyampaikan hasil-hasil BATAN selama ini,” ujar Anhar.

Di bidang pertanian, Anhar menyampaikan, BATAN telah menghasilkan beberapa varietas tanaman di antaranya padi, kedelai, kacang tanah, sorgum, dan pisang. Sampai saat ini, khususnya varietas padi, telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia.

Anhar menambahkan, di bidang kesehatan, BATAN bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil memproduksi radioisotop dan radiofarmaka. “BATAN telah menghasilkan radioisotop dan radiofarmaka yang sangat berguna bagi dunia kesehatan khususnya untuk terapi penyakit kanker. Akhir-akhir ini kecenderungan penderita kanker di Indonesia jumlahnya terus meningkat,” tambahnya.

Dijelaskan Anhar, radiositop dan radiofarmaka ini diproduksi BATAN bekerja sama dengan PT. Inuki dan Kimia Farma. Produksi saat ini memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan terhadap radioisotop dan radiofarmaka di Indonesia. Untuk menutupi kekurangan tersebut sebagian radioisotop dan radiofarmaka diimpor dari negara lain.

“Kita ingin secara terus menerus meningkatkan produksi radioisotop dan radiofarmakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” jelasnya.

Menurut Anhar, Wapres Ma’ruf Amin sangat tertarik dengan penjelasanya terkait fasilitas iradiator gama. Iradiator gama merupakan fasilitas nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk pengawetan bahan makanan, produk herbal, dan sterilisasi alat kesehatan.

Selain itu, iradiator juga dimanfaatkan untuk membasmi bakteri yang terdapat dalam buah-buahan. “Selama ini banyak ekspor buah-buahan dari Indonesia yang tidak dapat masuk ke negara tujuan karana dianggap mengandung bakteri tertentu. Dengan menggunakan iradiator, bakteri tersebut dapat dibasmi,” ungkap Anhar.

Saat ditemuai wartawan usai bertemu Wapres, Anhar menjelaskan, secara umum Wapres meminta agar hasil-hasil litbang iptek nuklir dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Untuk itulah, Wapres mendorong BATAN agar meningkatkan kerja sama dengan kementerian atau lembaga lainnya.

Untuk menindaklanjuti arahan Wapres, Anhar bersama jajarannya bertekad meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan kementerian, BUMN, dan lembaga terkait. Upaya ini dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih mengenal produk litbang BATAN dan memanfaatkannya.

“Harapan dari pertemuan ini, Wapres memberikan support agar BATAN bisa terus mengembangkan produknya melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan Pemerintah Daerah,” harap Anhar. R3