Minggu, 23 Februari 2020

Terapkan Maksimum 12 Jam Kerja, Kecelakaan AMT Elnusa Petrofin Turun Drastis

Foto: Pam
Bogor, OG Indonesia -- Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Haris Syahrudin menegaskan bahwa bisnis perusahaan tidak akan bisa berjalan baik kalau aspek Health, Safety, dan Environment (HSE) tidak dikedapankan.


Diceritakan olehnya, di Elnusa Petrofin setiap harinya mengoperasikan sekitar 1.600 mobil tangki yang tentunya harus diperhatikan aspek HSE-nya secara keseluruhan dan bersama-sama.

"Kita terus lakukan improvement, ada dua improvement. Yang baru saja terjadi adalah kita lengkapi semua sarana dan fasilitas. Terus dari sisi pengendara juga kita lakukan training terus," terang Haris di acara Elnusa Defensive & Responsible Driving Festival (EDRD Festival) di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2020).

Seperti untuk semua mobil tangki Elnusa Petrofin saat ini sudah dilengkapi dengan GPS dan CCTV. Tujuannya untuk terus memonitor perilaku dan kebiasaan pengemudi mobil tangkinya saat sedang berkendara secara real time. 

Lalu untuk awak mobil tangki (AMT) pun selalu dicek kesehatannya jika akan bekerja. Perusahaan juga menerapkan peraturan bahwa untuk setiap awak mobil tangki hanya diperbolehkan bekerja maksimum 12 jam per hari. Itu pun dengan catatan bahwa setiap empat jam harus beristirahat kerja.

Untuk memahami aspek keselamatan saat membawa mobil tangki, para pengemudi pun diwajibkan perusahaan mengikuti training defensive driving minimum setiap tiga bulan sekali. 

"Dengan semua ini diharapkan bisa menurunkan tingkat kecelakaan kita," tutur Haris seraya menyampaikan bahwa angka kecelakaan mobil tangki Elnusa Petrofin dari tahun ke tahun terus menurun. 

"Jadi setiap tahun turun drastis (kecelakaannya), apalagi setelah diterapkan (bekerja maksimum) 12 jam, itu signifikan turunnya. Karena memang mayoritas kecelakaan itu akibat fatigue atau kelelahan," pungkasnya. (RH/Migas Indonesia)