Kamis, 26 Maret 2020

Gerakan Sejuta Hand Sanitizer Serempak Sebarkan Hand Sanitizer di 6 Provinsi

Jakarta, OG Indonesia -- Gerakan Sejuta Hand Sanitizer mulai bergerak. Mulai kemarin dan hari ini, Kamis (26/3/2020), hand sanitizer yang diproduksi dan dihimpun dari Surabaya tersebut sudah mulai dikirim dan sebagian sudah datang di enam provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali, termasuk Jawa Timur.

Gerakan ini sebelumnya dipelopori oleh aliansi lintas generasi, etnis, dan iman yang diprakarsai oleh Yayasan Alit yaitu Jatim for Indonesia (JFI) dan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA) yang merupakan bentukan alumni mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. JFI dan JAKA sudah membagikan hand sanitizer dan melakukan sosialisasi tentang pencegahan COVID-19 di wilayah Surabaya dan Malang.

Fryda Lucyana, Humas Gerakan Sejuta Hand Sanitizer Jakarta mengatakan bahwa gerakan ini adalah wujud gotong royong semua elemen masyarakat. "Dalam menggalang dana, memproduksi hingga mendistribusikan hand sanitizer kami bekerja bareng dengan berbagai ormas, LSM, komunitas dan siapapun yang peduli dan mau bergotong royong bersama kami," kata Fryda dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Gerakan Sejuta Hand Sanitizer dibentuk dan diilhami karena keprihatinan para penggagasnya terhadap kelangkaan hand sanitizer di masyarakat. Terlebih lagi bagi masyarakat kecil yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas dan sangat rentan terhadap penularan COVID-19, namun karena pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa bekerja di rumah. 

Dikatakan Fryda, hingga hari ini sudah cukup banyak masyarakat kecil, mulai dari tukang becak, tukang sampah, tukang parkir, pedagang kaki lima, orang-orang yang bekerja di pasar dan terminal serta rumah sakit yang menerima pembagian hand sanitizer mulai dari ukuran 50 ml, 60 ml serta dalam kemasan jerigen 5 liter.    

Dipelopori oleh JAKA dan JFI, gerakan ini juga telah bekerjasama dengan SKK Migas dan beberapa perusahaan KKKS antara lain ConocoPhillips Indonesia, ENI Indonesia, Kangean Energy, sampai BOB Bumi Siak Pusako – PHE.

Didik Sasono Setyadi, inisiator gerakan ini yang sekaligus Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya se-Jabodetabek mengungkapkan bahwa posko gerakan di Jakarta pada Rabu kemarin telah menerima kiriman lebih dari 1000 botol hand sanitizer dari Surabaya. "Dalam waktu dekat akan ada kiriman lagi sebanyak kurang lebih 2000 botol," terangnya.

Ditambahkan olehnya, Gerakan Sejuta Hand Sanitizer akan terus berkomitmen memproduksi hand sanitizer sesuai standar Badan POM dan lembaga kesehatan yang diakui di bawah pengawasan apoteker berpengalaman. Penggalangan donasi berupa dana ataupun hand sanitizer dari berbagai pihak lalu mendistribusikannya pun akan terus dilakukan.

“Semoga gerakan inspiratif ini dapat membangkitkan gerakan-gerakan sejenis di daerah-daerah lain. Dan setelah kebutuhan hand sanitizer di berbagai daerah mulai terpenuhi, kita bisa mulai memikirkan untuk membantu dengan bentuk APD yang lain dan mungkin mulai bisa kita fokuskan kepada lembaga-lembaga kesehatan,” pungkas Didik. RH