Selasa, 10 Maret 2020

Harga Minyak Anjlok, SKK Migas Ambil Langkah Antisipatif

Jakarta, OG Indonesia -- Harga minyak anjlok pada Senin (9/3/2020) kemarin. Reuters menyebutkan harga minyak jenis Brent sempat jatuh ke harga US$ 31,02 per barel, level terendah sejak 12 Februari 2016. Sementara minyak US West Texas Intermediate (WTI) juga terjun ke harga US$ 30 per barel minyak, level terendah sejak 22 Februari 2016. 

Pihak SKK Migas berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap penurunan harga minyak tersebut. Dikatakan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, antisipasi perlu dilakukan agar kegiatan operasi hulu migas tetap dapat dilaksanakan dengan baik sehingga target produksi tidak terdampak oleh penurunan harga tersebut.

SKK Migas sendiri telah berkoordinasi dengan para KKKS membahas langkah-langkah yang akan dilakukan. “Kami berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” kata Dwi Soetjipto, di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development), rencana program tahunan (WP&B), serta melalui persetujuan Authorization for Expenditure (AFE). Melalui evaluasi tersebut, SKK Migas dapat mengetahui keekonomian masing-masing lapangan. Data inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk menyusun strategi agar kegiatan operasi dan pengembangan lapangan tidak terhenti ketika harga minyak turun.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, lembaganya mungkin akan melakukan revisit program dan kalkulasi lebih seksama atas program yang diajukan KKKS. "Kami akan melakukan kalkulasi teknis dan ekonomis, untuk menentukan program-program mana yang prioritas dan mana yang direvisit, tanpa menurunkan target-target dalam WP&B,” jelasnya.

Sementara itu Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan bahwa pihaknya akan membantu KKKS melalui peningkatan pelayanan terhadap perizinan yang dibutuhkan KKKS. Harapannya dengan bantuan yang lebih baik, biaya dapat semakin efisien dan program dapat direalisasi tepat waktu. 

“Seperti diketahui sebelumnya, pada awal tahun SKK Migas telah meluncurkan program One Door Service Policy (ODSP) untuk mempercepat perizinan. Momen ini kami gunakan untuk meningkatkan layanan kami kepada KKKS, melalui kerjasama dengan BKPM, sehingga pengurusan perizinan dapat dilakukan lebih cepat,” demikian Sulistya. (R1/Migas Indonesia)