Harga Minyak Dunia Anjlok, Sudah Saatnyakah Pertamina Turunkan Harga BBM?

Jakarta, OG Indonesia -- Harga minyak dunia tiba-tiba anjlok di tengah pandemi korona. Pada periode Januari 2020 harga minyak mentah Brent masih di kisaran USD 67,02 per barel  dan WTI sekitar USD 59,80 per barel, sementara ICP ada di kisaran USD 65,38 per barel. Namun saat ini, pada periode April 2020, harga minyak mentah dunia jenis Brent jatuh di sekitar USD 25 per barel dan WTI pada angka USD 20 per barel. 


Menurut Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, turunnya harga minyak dunia tersebut luar biasa memukul perekonomian khususnya sektor minyak.

Tapi, dilanjutkan olehnya, turunnya harga minyak dunia tersebut saat ini belum diikuti oleh penurunan harga jual BBM Pertamina. "Inilah yang saat ini banyak dipertanyakan oleh kalangan publik, mengapa harga jual BBM belum turun sementara harga minyak dunia turun? Sebuah pertanyaan yang tentu lumrah dan wajar," kata Ferdinand di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Ia membeberkan, dalam penentuan harga jual BBM, ada beberapa faktor atau komponen yang dijadikan dasar perhitungan. Komponen utama dari perhitungan ini adalah harga minyak mentah dan nilai tukar dolar serta beberapa komponen lainnya seperti biaya distribusi, biaya penyimpanan, margin dan lain-lain. Satu hal yang juga tidak boleh diabaikan adalah periode impor minyak mentah untuk bahan baku produksi BBM. 

Menurut Ferdinand, raa-rata minyak mentah yang diproduksi saat ini untuk diolah jadi BBM adalah minyak mentah yang diimpor 2 bulan lalu pada saat harga minyak mentah masih di atas 50 USD per barel. "Maka tentu perhitungan harga keekonomian masih mengacu pada harga minyak pada bulan Februari bukan menggunakan harga yang sekarang," terangnya.

Dilanjutkan olehnya, harga sekarang baru digunakan untuk perhitungan harga BBM 2 bulan ke depan. "Begitulah mengapa harga BBM sekarang belum turun. Ditambah nilai tukar dolar saat ini yang tinggi membuat penurunan harga semakin sulit diwujudkan kecuali ke bulan-bulan yang akan datang. Untuk harga BBM Mei akan menggunakan harga Crude impor bulan Maret, dan Juni gunakan harga April dan begitu seterusnya," paparnya.

Karena itu Ferdinand menegaskan, jika harga BBM harus turun maka baru akan terjadi pada sekitar bulan Mei dan Juni mendatang. "Semua kembali kepada Perpres 191 yang mengatur periodik evaluasi harga BBM," sambungnya.

Namun ia menyampaikan juga bahwa masyarakat tentu berharap agar Pertamina segera lakukan evaluasi harga jual BBM. "Bila sekarang  sudah bisa dilakukan penurunan harga, maka sewajarnya diturunkan sesuai perhitungan harga keekonomian supaya Pertamina tetap untung dan rayat bisa merasakan dampak penurunan harga minyak dunia dan sedikit terbantu ditengah tekanan ekonomi akibat virus korona ini," pungkas Ferdinand. (R3/Migas Indonesia)
Harga Minyak Dunia Anjlok, Sudah Saatnyakah Pertamina Turunkan Harga BBM? Harga Minyak Dunia Anjlok, Sudah Saatnyakah Pertamina Turunkan Harga BBM? Reviewed by OG Indonesia on 11.32 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.