Di Halal Bihalal Virtual KMI, Sekjen DEN Bicara Soal Revisi RUEN


Jakarta, OG Indonesia -- Dalam momen Hari Raya Idul Fitri 1441 H, para praktisi serta profesional migas Indonesia yang bergabung dalam Komunitas Migas Indonesia (KMI) serta WAG Migas Indonesia melakukan halal bihalal virtual pada Senin (25/5/2020) malam. Selain mempererat tali silaturahim, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan diskusi soal migas dan energi terkini.

Dikatakan oleh Ketua KMI S. Herry Putranto, acara halal bihalal virtual ini bisa dikatakan dadakan tetapi ternyata masih bisa mempertemukan puluhan praktisi dan profesional migas Indonesia, baik di dalam negeri sampai yang tersebar di mancanegara, dari Qatar sampai Rusia.

Beberapa nama yang turut hadir dalam halal bihalal virtual tersebut antara lain Wahid Supriyadi (Duta Besar Indonesia untuk Rusia), Djoko Siswanto (Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional/DEN), Nanang Abdul Manaf (Dirut Pertamina EP), Daniel Purba (SVP Corporate Strategic Growth Pertamina), Mukhtasor (Akademisi dan Mantan Anggota DEN), sampai Tumbur Parlindungan (mantan Dirut Saka Energi serta mantan Presiden IPA).

"Jadi walaupun jauh di mata tetapi dekat di hati karena kita selalu berinteraksi di WA Grup Migas Indonesia forum," kata Herry membuka acara. "Di sini semua sektor yang terkait energi cukup lengkap, dari pemerintahan ada KESDM, DEN, SKK Migas. Lalu ada pelaku usaha hulu dan hilir, Pertamina dan KKKS lainnya, ada juga dari sektor penunjang migas, sampai akademisi," sambungnya.

Salah satu pembicara adalah Sekjen DEN Djoko Siswanto. Dalam kesempatan diskusi, Djoko berbicara soal rencana revisi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Menurutnya, kebijakan ke depan adalah soal kemandirian energi. "Dalam artian kita menggunakan potensi energi yang ada di dalam negeri," jelas Djoko.

Saat ini memang Indonesia masih mengimpor energi seperti minyak mentah, BBM, dan elpiji dari luar negeri. Agar menjadi mandiri terkait energi, Djoko menegaskan bahwa impor energi harus dikurangi, kalau bisa sampai menjadi nol. 

"Kita perlu membangun infrastruktur untuk menyimpan energi impor seperti minyak mentah, bensin dan elpiji, supaya nanti di kala harga komoditi ini tinggi, kita punya cadangan," paparnya. Djoko mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM mengusulkan cadangan energi impor ini seharusnya bisa sampai 30 hari. 

Salah satu upaya untuk mandiri energi adalah dengan memanfaatkan EBT yang sumber dayanya berlimpah di Indonesia. Disampaikan Djoko, berdasarkan Perpres RUEN, pemanfaatan EBT ditargetkan mencapai 23% di tahun 2025, namun tahun 2019 lalu baru mencapai 9,15%. "Ini karena EBT tertekan oleh produksi batubara yang cukup banyak di Indonesia," jelasnya.

Untuk itu, Djoko mengatakan RUEN akan direvisi. "RUEN ini akan direvisi dan memang sudah saatnya untuk direvisi, baik DEN mapun RUEN sudah lima tahun, berdasarkan peraturan yang ada bisa kita revisi," ujarnya.

Djoko pun membuka soal revisi RUEN, di mana produksi batubara akan diturunkan supaya harga batubara tidak lagi murah. "Jadi ketimbang kita memproduksi batubara tidak terbatas, suplai akan besar sehingga harganya kecil, lalu lingkungan juga rusak, dan EBT juga tidak dapat bersaing dan tumbuh sesuai dengan yang direncanakan," bebernya. (RH/Migas Indonesia)

Di Halal Bihalal Virtual KMI, Sekjen DEN Bicara Soal Revisi RUEN Di Halal Bihalal Virtual KMI, Sekjen DEN Bicara Soal Revisi RUEN Reviewed by OG Indonesia on 21.48 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.