Kepada Pengusaha Muda HIPMI, KESDM Beri Bocoran Peluang di Sektor Minerba

Yunus Saefulhak, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba-KESDM
Foto: Hrp

Jakarta, OG Indonesia --
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba-Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengungkapkan banyak peluang usaha yang belum digarap di sektor mineral dan batubara (minerba). "Saya kira ini akan dibutuhkan teman-teman HIPMI semuanya," ucap Yunus kepada para pengusaha muda HIPMI dalam diskusi virtual Rakorbid Diperluas Bidang III HIPMI Se-Indonesia Bidang Perdagangan, Perindustrian, ESDM, Rabu (20/5/2020).


Dipaparkan Yunus, sumber daya batubara di Indonesia ada sekitar 149 miliar ton, sementara cadangannya sebesar 37 miliar ton. Sedangkan untuk cadangan mineral, diuraikan Yunus juga cukup baik. Mulai dari bauksit sebanyak 2,3 miliar ton, nikel (3,5 miliar ton), besi (3 miliar ton), emas primer (3 miliar ton), perak (2,7 miliar ton), hingga tembaga (2,7 miliar ton). 

Namun menurut Yunus saat ini masih minim sekali kegiatan greenfield exploration untuk kegiatan tambang minerba, sehingga itu sebenarnya bisa menjadi peluang yang bisa diambil oleh junior company dengan bekerjasama dengan big company yang sudah berpengalaman. "Saya kira ini peluang bagi teman-teman di HIPMI, dengan minimnya greenfield exploration maka perlu dukungan kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh badan usaha," tutur Yunus. Apalagi menurut Yunus, saat ini diperkenankan ada penugasan kepada swasta untuk melakukan eksplorasi pada wilayah baru tanpa melalui proses lelang. 

Peluang kedua adalah terkait proses peningkatkan nilai tambah. Diungkapkan Yunus, di masa depan pengembangan baterai kendaraan listrik akan berkembang. "Electric vehicle ini akan menjadi pangsa pasar pada tahun 2025 ke depan," ungkapnya. Karena itu industri intermediate dari tambang menuju baterai kendaraan listrik harus mulai diciptakan di Indonesia, mengingat sumber daya di hulunya tersedia. 

"Kita sudah punya nikelnya, bijih mangannya, bijih tembaganya, juga bijih timahnya, sampai bauksit dan alumina. Saya kira perlu segera dihadirkan industri baterai cell karena semua bahan baku sudah tersedia," lanjut Yunus. Khusus untuk nikel, Yunus menerangkan Indonesia memiliki bahan baku nikel terbaik di dunia yang digunakan untuk memproduksi baterai lithium ion, yaitu bijih nikel kadar rendah atau limonite dengan kandungan nikel (0,8-1,5%) dan kobalt yang tinggi (0,07-0,2%).

Lalu yang ketiga ada tantangan dalam pengembangan sumber daya tembaga. Dijelaskan Yunus, saat ini Indonesia sudah mempunyai tambang tembaga di hulu, tetapi belum terdapat industri hilir yang mampu berinvestasi untuk copper smelter. "Sehingga diperlukan peran serta pengusaha Indonesia untuk dapat menghadirkan industri hilir (tembaga) di Indonesia," jelas Yunus. 

Berikutnya ada peluang keempat terkait pengembangan dan pemanfaatan logam tanah jarang, salah satunya monazite yang banyak ditemukan sebagai produk sampingan dari pengolahan timah. "Orang jarang tahu ini logam tanah jarang. Belum ada industri yang mengolah monazite. Saya kira ini peluang bagi teman-teman semua agar monazite ini dipisahkan dari limbah timah menjadi logam-logam tanah jarang," bebernya seraya menyampaikan produk turunan dari monazite bisa menghasilkan magnet, baterai NIMH, auto catalyst, fluid cracking catalyst, polishing powders, sampai glass additives.

Terakhir ada peluang dari peningkatan nilai tambah batubara. Diuraikan Yunus, ada banyak kegiatan usaha yang bisa dilakukan, mulai dari gasifikasi batubara, pembuatan kokas, underground coal gasification, pencairan batubara, coal upgrading, pembuatan briket batubara, sampai coal slurry/coal water mixture. "Untuk batubara itu semua belum ada (usahanya), kecuali briket," jelas Yunus.

Dari berbagai peluang tersebut, Ketua OC Rakorbid Bidang III HIPMI Aelyn Halim, mengatakan bahwa sebagai pengusaha harus selalu berpikir positif dan optimistis. "Setiap pengusaha muda yang bergabung dalam HIPMI baik di pusat dan daerah harus memiliki satu pandangan bahwa pengusaha harus siap dengan peluang dan tantangan, termasuk di masa pandemi," ujar Aelyn.

Sementara itu Ketua Bidang III HIPMI Iskandarsyah Ramadhan Datau yang juga selaku pemilik usaha Gobel Grup, menegaskan bahwa UMKM juga harus didorong dan meningkatkan kualitas usahanya dari berbagai kesempatan usaha yang ada. 

"Sebagai penggerak roda ekonomi Indonesia, saya selalu mendukung agar UMKM naik kelas menjadi Industri. Di sinilah peranan dari BPP HIPMI Bidang III berkoordinasi dengan seluruh kader HIPMI daerah. Di setiap permasalahan yang ada di daerah, bersama kita cari solusinya. Di setiap potensi daerah yang belum maksimal akan digali terus," tutupnya. RH

Kepada Pengusaha Muda HIPMI, KESDM Beri Bocoran Peluang di Sektor Minerba Kepada Pengusaha Muda HIPMI, KESDM Beri Bocoran Peluang di Sektor Minerba Reviewed by OG Indonesia on 16.35 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.