Geo Dipa Lanjutkan Pengembangan PLTP Dieng dan Patuha


Jakarta, OG Indonesia -- Menurut Badan Geologi, potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 Giga Watt (GW) hingga Desember 2019. Dan berdasarkan data Direktorat Panas Bumi, potensi ini baru dimanfaatkan sebesar 8,9% atau 2.130,6 MW, masih banyak yang belum dimanfaatkan. Perihal ini Pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8% di 2025. 

Peningkatan pemanfaatan panas bumi bisa bertambah dengan ditandatanganinya tiga kerja sama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng 2 dan PLTP Patuha 2. Rinciannya, perjanjian pinjaman atau Loan Agreement antara PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan Asian Development Bank (ADB), perjanjian penjaminan antara Kementerian Keuangan dengan ADB, dan perjanjian pelaksanaan penjaminan antara PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) dengan Geo Dipa.

"Pemanfaatan energi terbarukan perlu ditingkatkan tidak hanya untuk mencapai target bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025, namun juga menuju ekonomi rendah karbon. Pemanfaatan energi panas bumi menjadikan kondisi lingkungan yang lebih baik itu yang kita harapkan. Hal ini dikarenakan pengoperasian pembangkit panas bumi hampir tidak menghasilkan emisi karbon yang merusak lapisan bumi secara berkesinambungan," ujar Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim, sesaat sebelum penandatangan perjanjian secara virtual dilakukan, Rabu (19/8/2020).

Sementara itu Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklein mengatakan, proyek panas bumi Dieng dan Patuha akan membantu Indonesia memerangi perubahan iklim dan menjadikan sistem kelistrikan di Indonesia berkelanjutan, andal, dan efisien. "Bantuan kami sejalan dengan sasaran jangka panjang Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan energi, termasuk memaksimalkan penggunaan sumber daya energi dari dalam negeri, menambah bauran energi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan," ujar Winfried.

Dengan beberapa penandatanganan perjanjian tersebut, diharapkan akan ada penambahan kapasitas PLTP sebesar 110 MW (2x55 MW) melalui PLTP Dieng 2 dan Patuha 2. Konstruksi PLTP diharapkan akan dimulai pada akhir 2020 dan dijadwalkan (COD) untuk beroperasi pada tahun 2023. Kedua Proyek PLTP tersebut adalah proyek proritas dan vital pemerintah, yang tertuang di dalam keputusan Menteri ESDM No. 1567 K/21/MEM 2018 dan Peraturan Menteri ESDM No. 40 tahun 2014. Proyek PLTP ini juga merupakan proyek geothermal pertama dengan Asian Development Bank (ADB) yang menggunakan skema direct lending.

"Geo Dipa berkomitmen untuk bisa memenuhi target pemanfaatan energi terbarukan menjadi energi listrik melalui pemanfaatan panas bumi yang terbesar di dunia. Pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin keberlanjutan hidup Indonesia khususnya dalam ketahanan energi nasional ke depan," lanjut Riki.

Proyek PLTP Dieng dan Patuha tahap 2 ini juga tidak hanya memberikan manfaat pada skala global dan nasional, tetapi manfaat langsung melaiui Bonus Produksi bagi pemerintah daerah di tingkat Kabupaten setiap tahunnya serta program Community Development dan Corporate Social Responsibility yang memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. 

Bagi masyarakat dan Pemerintah Desa, keberadaan kedua unit Proyek ini akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, baik pria dan wanita. Berdasarkan sebuah penelitian, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 200 MW berpotensi mempekerjakan sekitar 0,5 orang per MW. Ini belum termasuk penambahan tenaga seperti Satpam, Pekerja Harian dan lainnya. Sedangkan untuk tahap konstruksi selama 3 tahun masa konstruksi diperkirakan akan mempekerjakan tenaga buruh yang bertahap hingga sampai puncaknya diperkirakan dapat mencapai sekitar 1.000 orang. R2
Geo Dipa Lanjutkan Pengembangan PLTP Dieng dan Patuha Geo Dipa Lanjutkan Pengembangan PLTP Dieng dan Patuha Reviewed by OG Indonesia on 13.26 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.