Petrotekno dan Pemda Maluku Siap Latih SDM Lokal untuk Terlibat di Blok Masela



Jakarta, OG Indonesia -- Pemerintah Provinsi Maluku melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Petrotekno untuk mengoperasikan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang akan dibangun di Maluku. Acara MoU tersebut dihelat di hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/8/2020).


Dalam acara tersebut, Gubernur Maluku Murad Ismail turut mengundang Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan disaksikan oleh seluruh Bupati yang ada di Maluku dalam penandatanganan MoU dengan Presiden Direktur PT Petrotekno, Sarwono Pratomo Satrio.

MoU ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Maluku terutama untuk mempersiapkan SDM setempat terlibat dalam proyek gas Abadi di Blok Masela yang dikelola INPEX. Menurut Gubernur Maluku, sumber daya yang berkualitas merupakan salah satu kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

"Pemerintah daerah akan men-support (Proyek Abadi Masela) ini agar bisa berjalan sebaik-baiknya. Dan kita bekerjasama dengan Petrotekno ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang ada di Maluku," ujar Murad Ismail. "Kalau dari sekarang kita tidak siapkan tenaga kerja lokal, nanti kita akan jadi penonton di negeri kita sendiri," sambungnya.

Petrotekno sendiri akan menyiapkan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia yang akan dibangun berfokus bidang industri, konstruksi, migas serta pengembangan sektor agrikultur. Pihak Pemprov memilih Petrotekno sebagai penyedia pelatihan keterampilan operasi, pemeliharaan, konstruksi, industri dan agrikultur lantaran rekam jejak yang baik.

Dikatakan Presiden Direktur PT Petrotekno, Sarwono Pratomo Satrio, kesiapan SDM menjadi sangat penting untuk menunjang proyek Abadi Masela dengan investasi yang sangat besar. "Seperti kita ketahui investasinya cukup besar sekitar Rp 20 triliun yang akan diinvestasikan di Abadi. Ini akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja yang ada di situ," ucapnya.

Sarwono merinci, diperkirakan akan ada kebutuhan tenaga kerja konstruksi di atas 20 ribu orang, lalu tenaga kerja yang mengoperasikan dan merawat kilang pasca kontruksi, sampai sektor-sektor pendukung dari pertanian, peternakan, hingga UMKM juga akan terlibat. "Jadi nanti akan ada multiplier effect yang jumlahnya bisa ratusan ribu tenaga kerja yang terlibat,"" lanjut Sarwono.

Sebagai perusahaan bidang pendidikan dan pelatihan sektor industri, konstruksi, migas, dan agrikultur, yang berdiri sejak 2007, Petrotekno menjadi salah satu lembaga pelatihan terbaik yang ada di Indonesia maupun Global. Produk dan layanan penyedia pelatihan keterampilan itu mencakup layanan pelatihan teknis, konsultasi, magang, dan penilaian keterampilan.

Pelatihan yang diberikan oleh Petrotekno menjamah berbagai sektor. Tidak hanya konstruksi teknik industri dan konstruksi migas, namun juga mencakup pertambangan, smelter, farmasi, pembangkit listrik, petrokimia hilir, termasuk tenaga teknisi listrik, instrumentasi dan mekanik demi menunjang pemeliharan pabrik industri.

Sebagai informasi, Petrotekno telah mencetak ribuan lulusan berstandar tinggi. Mereka dibekali sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan sertifikasi Internasional seperti OHSAS 18001, ECITB, OPITO, dan CompEx. Petrotekno juga mengantongi sertifikasi kualifikasi vokasional nasional dan internasional yakni National Vocational Qualification dan Global Vocational Qualification. (RH/Migas Indonesia)

Petrotekno dan Pemda Maluku Siap Latih SDM Lokal untuk Terlibat di Blok Masela Petrotekno dan Pemda Maluku Siap Latih SDM Lokal untuk Terlibat di Blok Masela Reviewed by OG Indonesia on Selasa, Agustus 04, 2020 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.