BUMN Energi Bantu Geliat UMKM Hadapi Pandemi


Jakarta, OG Indonesia --
Tantangan di tengah pandemi COVID-19 saat ini begitu terasa bagi para pelaku ekonomi, apalagi bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, banyak UMKM yang terpukul akibat pandemi COVID-19. Karena itu keterlibatan BUMN untuk membantu dan memberdayakan mereka sangat dibutuhkan.

"UMKM ini paling terdampak akibat korona. Yang terpukul pertama konsumsi, ketika masyarakat tidak beli pakaian, sepatu, makanan, penurunannya drastis banget bagi UMKN, terpukul betul," kata Arya dalam webinar bertajuk "BUMN Energi di Tengah Pandemi COVID-19, Memberdayakan UMKM" yang diadakan Ruang Energi, Sabtu (19/9/2020).

Dipaparkan Arya, Menteri BUMN telah memberikan arahan agar BUMN yang ada turut membantu UMKM. Salah satunya lewat pemberian restrukturisasi kredit dari bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara. "BUMN punya peran besar untuk itu, bank-bank BUMN jadi yang terdepan. Bagaimana supaya UMKM agak lega dari segi pembiayaan," tutur Arya.

Sampai dengan Agustus 2020, berdasarkan catatan Kementerian BUMN telah terealisasi restrukturisasi oleh bank Himbara mencapai lebih dari Rp 1 triliun yang sebagian besarnya didominasi untuk UMKM.

Ada pula program PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM), yang menyediakan ruang transaksi berupa platform digital bagi UMKM untuk memasarkan produknya. "Bagaimana produk-produk mereka (UMKM) dibeli, BUMN jadi offtaker. Pertamina juga masuk bagian program PaDi," jelasnya. Arya mengungkapkan dari sekitar Rp 8.366 triliun total aset BUMN, untuk porsi pengadaan yang berasal dari UMKM saat ini mencapai Rp 18,52 triliun.

Pertamina sebagai salah BUMN di bidang energi, dikatakan VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman, memiliki kewajiban untuk mengembangkan UMKM. "Tujuan BUMN perannya ada 5, 4P dan 1U, menggerakkan perekonomian, cari keuntungan (profit), public service obligation, pionir perekonomian, dan satu lagi harus aktif untuk membina UMKM," terang Fajriyah.

Dijelaskan olehnya, permasalahan UMKM adalah terkait pendanaan atau permodalan, lalu administrasi, teknologi dan akses pasar. Karena itu sejak tahun 1993, Pertamina telah membantu UMKM terkait isu-isu tersebut. Fajriyah mengatakan sudah ada lebih dari 63.000 UMKM yang dibina oleh Pertamina dengan lebih dari 1 juta kapita yang mendapat manfaat ekonomi langsung. "Pertamina tidak hanya menyediakan energi bagi masyarakat tetapi juga menjadi energi bagi perekonomian dan UMKM itu sendiri," tegas Fajriyah.

Saat ini di tengah pandemi COVID-19, Fajriyah mengungkapkan sekitar 50 persen mitra binaan Pertamina turut terdampak usahanya. Untuk itu Pertamina mendorong 176 UMKM binaannya untuk turut berkontribusi dan menjadi bagian dari program Pertamina Peduli dalam penanganan wabah korona. Dalam 3 bulan terakhir sudah ada sekitar Rp 3 miliar produk UMKM yang diserap untuk berbagai kegiatan Pertamina Peduli tersebut. 

Di samping itu Pertamina juga terus melakukan pelatihan dan pembekalan bagi para UMKM yang dibinanya, termasuk di tengah pandemi COVID-19 saat ini di mana pelatihannya dilakukan secara daring. Pada tanggal 9-11 September 2020 lalu Pertamina juga mengadakan Pertamina Smexpo, pameran UMKM secara online yang menampilkan 1.780 pilihan produk dari 100 mitra binaan Pertamina. "Program UMKM Pertamina harus naik kelas, dari tradisional, go modern, go digital, go online, dan go global,"  jelas Fajriyah.

BUMN di bidang energi lainnya yaitu PLN juga tidak kalah dalam mendukung UMKM terus menggeliat walau di tengah pandemi. Dikatakan Syofvi Felienty Roekman, Direktur Human Capital dan Management PT PLN (Persero), perusahaannya memunyai tanggung jawab untuk membina masyarakat termasuk UMKM.

Dibeberkan olehnya, pada tahun 2020 ini total anggaran CSR PLN untuk membantu UMKM mencapai Rp 30,7 miliar. Di mana saat ini ada sekitar 6.355 UMKM yang dibantu PLN di 29 lokasi Rumah BUMN dari seluruh Indonesia. 

"Apa upaya PLN membantu UMKM di masa pandemi? Salah satunya kami memberikan keringanan biaya penyambungan tambah daya 75% untuk UMKM dan IKM," tutur Sofvi "Kami juga lakukan pelatihan gratis untuk UMKM. Sudah 90 webinar kami lakukan dengan 348 pelatihan. Kami juga akses pasar dengan membuat pameran-pameran. Lalu PLN juga punya program electrifying agriculture, untuk pertanian kami bantu seperti untuk traktor, melistriki water pump, rice field charging dan internet desa," papar Syofvi. RH 

BUMN Energi Bantu Geliat UMKM Hadapi Pandemi BUMN Energi Bantu Geliat UMKM Hadapi Pandemi Reviewed by OG Indonesia on 18.55 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.