Hingga 2025 Dompet Dhuafa Telah Jangkau Penerima Manfaat Lebih dari 41 Juta Jiwa


Jakarta, OG Indonesia --
Mengawali 2026, Dompet Dhuafa menyajikan pelaporan kinerja pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, kurban hingga dana kemanusiaan yang terhimpun dari publik. Karena Dompet Dhuafa terus berkomitmen dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan. 

Melalui agenda Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report dengan tema Empowerment To The Next Level, Dompet Dhuafa mempertegas target filantropi Indonesia, bahwa tak hanya memberi bantuan, tapi hadir memberikan solusi berkelanjutan melalui program pemberdayaan, sehingga dhuafa dapat keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan yang lebih bermartabat. 

Turut hadir mengisi gelaran Indonesia Humanitarian Summit antara lain Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Anis Matta selaku Wakil Menteri Luar Negeri, Mariman Darto selaku Staff Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Sandiaga Uno selaku entrepreneur, Sally Giovani selaku owner Batik Trusmi, Yudi Latief sebagai Pembina Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi sebagai Pembina Dompet Dhuafa, Yayat Supriyatna selaku Pengawas Dompet Dhuafa, Wahfiudin Sakkam sebagai Pengawas Syariah Dompet Dhuafa serta Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa beserta Jajarannya. 

Bersumber BPS, pada Maret 2025 jumlah penduduk miskin terdapat  23,85 juta orang (8.47%), menurun 0,21 juta orang (0,10%), terhadap September 2024 sebesar 24,06 juta dan menurun 1,1 juta orang (0,56%) terhadap Maret 2024 sebesar 25,22 juta. Dari total masyarakat miskin sebanyak 23,85 juta orang, Dompet Dhuafa dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2,82 jiwa (12%) sementara penduduk non penerima manfaat Dompet Dhuafa sebanyak 21,03 jiwa (88%).

Prof Waryono Abdul Gafur dalam pemaparannya mengatakan, “Sebagai lembaga filantropi paling awal dan  berkembang. Menjadi komponen bagi anak bangsa khususnya dalam mengurangi kemiskinan hingga kini. Saya juga mengapresiasi kepada Dompet Dhuafa yang terus berinovasi dalam dunia filantropi, terus tumbuh dan berkembang serta kreativitas bersama negara”.

Sementara itu Mariman Darto mengatakan, “Bencana menjadi pengingat kita semua, betapa penting peranan filantropi dalam membentuk rasa kepedulian yang besar di masyarakat. Filantropi bukan hanya sekadar donasi uang namun dapat berupa waktu, tenaga, hingga pemikiran dalam langka strategis membangun pemulihan pasca bencana”.

Di sisi lain Anis Matta mengucapkan, “Kerja filantropi adalah kerja sosial, alat menciptakan persatuan di masyarakat. Yang harus kita lakukan adalah meningkatkan orang miskin untuk mempunyai harapan hidup yang lebih baik”. 

Total Penyaluran 2025 Dompet Dhuafa mencapai Rp. 422.942.586.574 dari total penghimpunan mencapai Rp. 426.519.076.822. Untuk tingkat serapan penyaluran tahun 2025 sebesar 103%, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle.

“Hingga tahun 2025 total penerima manfaat Dompet Dhuafa mencapai, 3.632.925 layanan dan 2.828.823 jiwa dan untuk penerima manfaat di periode 1993-2025 mencapai 41.846.341 jiwa,” ujar Ahmad Juwaini.

Ahmad Juwaini juga mengatakan, “Ragam inovasi program terus tercipta, Dompet Dhuafa melalui Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) merupakan inisiatif strategis Dompet Dhuafa yang menghadirkan model agroindustri komunal berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini lahir untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian di pedesaan, seperti rendahnya nilai tambah komoditas, akses pasar yang terbatas, ketergantungan pada penjualan buah segar yang mudah rusak, serta minimnya penyerapan tenaga kerja lokal” .

Sementara itu di sektor kesehatan, terdapat Pos Gizi, merupakan inovasi intervensi gizi untuk mencegah stunting melalui pendekatan perubahan perilaku. Program ini menyediakan makanan bergizi bagi anak, melakukan pemantauan rutin seperti penimbangan, serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pengolahan makanan sehat berbasis bahan pangan lokal. Sebaran wilayah program Pos Gizi terdapat di 95 Titik Pos Gizi LKC berada di 10 Provinsi di Indonesia.

“Tidak hanya berinovasi pada program layanan maupun sosial, Dompet Dhuafa juga bergerak dalam program Internasional maupun nasional, seperti Palestina, ragam program kemanusiaan juga digulirkan seperti mobile clinic, DD Kitchen, gudang bahan pokok hingga pengiriman bantuan hingga relawan. Di ranah nasional, Dompet Dhuafa merespon cepat bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh dengan menerjunkan relawan, menggulirkan ragam program seperti rumtara, sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan, sumur, dapur umum hingga droping air bersih,” pungkas Ahmad Juwaini. RH

Hingga 2025 Dompet Dhuafa Telah Jangkau Penerima Manfaat Lebih dari 41 Juta Jiwa Hingga 2025 Dompet Dhuafa Telah Jangkau Penerima Manfaat Lebih dari 41 Juta Jiwa Reviewed by Ridwan Harahap on Kamis, Januari 15, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.