Sudah Groundbreaking, Pembangunan Pipa Gas Bumi WNTS ke Pulau Pemping di Batam


Batam, OG Indonesia --
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah melaksanakan groundbreaking pembangunan pipa gas bumi West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping di Batam.

"Ini sebagai tindak lanjut penugasan dari Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan implementasi pasal 33 UUD-45 serta Pasal 8 ayat 1 UU Migas bahwa gas diperioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri" kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan groundbreaking ini dilakukan oleh Walikota Batam Amsakar Achmat bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto, Sekditjen Migas Kementerian ESDM M Rizwi, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, serta Direktur Gas & BBM PLN EPI Erma. 

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Kajari Batam, DPRD, TNI- Polri, Dirut TGI dan jajaran direksi, PLN Batam, hingga jajaran SKK Migas serta seluruh hadirin para tokoh adat dan masyarakat setempat.

Kepala SKK Migas menerangkan, dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun proses Amdal, Tie in Agreement, Asuransi dan seluruh perijinan telah dapat diselesaikan guna mengakselerasi pembangunan pipa gas bumi WNTS–Pulau Pemping.

"Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk kebutuhan pembangkitan listrik dan industri, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor hulu migas dan ketenagalistrikan nasional," tegasnya.

Dia juga mengatakan proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung ketahanan energi nasional. Lalu, investasi pipa sekitar Rp 1 triliun tersebut juga dikerjakan 100% oleh tenaga kerja dalam negeri serta menyerap ratusan tenaga kerja, sekaligus menambah pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Insya Allah dalam empat bulan ke depan pembangunan selesai dan untuk pertama kalinya dalam sejarah kemerdekaan NKRI gas dari laut Natuna yang sudah lama sekali puluhan tahun pergi merantau ke negeri seberang Singapura, gak pernah pulang, segera akan pulang kampung ke ibu pertiwi setelah pipa selesai terbangun," ucapnya.

Adapun kemampuan pipa WNTS-Pemping dapat mengalirkan gas sekitar 300 mmscfd, sehingga dapat mengalirkan 111 mmscfd gas dari lapangan Duyung KKKS Conrad Petroleum dan DMO Gas 40 mmscfd dari Medco Natuna; Konsorsium K3S Harbour, Petronas, Kuffec, Pertamina & PTT Thailand serta KKKS Start Energi Natuna dan seluruh gas dari Laut Natuna jika kontrak penjualan gas ke Singapura tidak diperpanjang. Djoksis menambahkan, proges proyek saat ini sudah mencapai 27,62% 

“Pembangunan infrastruktur pipa gas ini menunjukkan sinergi yang kuat antara industri hulu migas dan sektor kelistrikan dalam memastikan pemanfaatan gas bumi secara optimal bagi kebutuhan dalam negeri. SKK Migas mendukung upaya percepatan proyek strategis yang mampu meningkatkan nilai tambah gas bumi nasional,” terangnya.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto menambahkan bahwa pembangunan pipa gas ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Batam serta mendukung efisiensi biaya energi jangka panjang.

“Pemanfaatan gas bumi melalui infrastruktur yang andal akan memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mendukung transisi energi menuju energi yang lebih bersih dan efisien,” ujarnya.

Dengan demikian, pembangunan pipa gas bumi WNTS–Pulau Pemping diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi wilayah Batam dan Kepulauan Riau serta Sumatera sampai Jawa. Hal ini tentu sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat dan sektor industri serta mewujudkan asta cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian ketahanan dan kedaulatan energi, khususnya gas bumi.

Sementara itu Walikota Batam Amsakar Achmat mengatakan, "Proyek pipa gas WNTS-Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9,5% - 10%."

Direktur Gas & BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menambahkan, proyek WNTS-Pemping diproyeksikan memberikan manfaat nyata berupa efisiensi biaya penyediaan energi primer dibandingkan penggunaan BBM dan LNG, serta terjadinya penciptaan lapangan kerja serta multiplier effect bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau. RH

Sudah Groundbreaking, Pembangunan Pipa Gas Bumi WNTS ke Pulau Pemping di Batam Sudah Groundbreaking, Pembangunan Pipa Gas Bumi WNTS ke Pulau Pemping di Batam Reviewed by Ridwan Harahap on Rabu, Februari 11, 2026 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.