Sudah Medio 2025, Apa Kabar PSN Hulu Migas?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Proyek Strategis Nasional (PSN) Asap Kido Merah (AKM) di Blok Kasuri, Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Juni 2025 lalu.

Jakarta, OG Indonesia --
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan progres empat Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk hulu migas sampai pertengahan tahun 2025. Keempat PSN tersebut adalah Asap Kido Merah (AKM) - Genting Oil Kasuri, UCC (Ubadari, CCUS, dan Compression) - BP Tangguh, Indonesia Deepwater Development (IDD) & Geng North - ENI, serta Abadi Masela - Inpex.

Untuk Proyek Asap Kido Merah yang dikerjakan oleh Genting Oil Kasuri Pte Limited, diperkirakan akan memproduksi gas sebesar 330 MMscfd. "Kita akan coba akselerasi untuk onstream di akhir 2026," kata Taufan Marhaendrajana, Deputi Eksploitasi SKK Migas, dalam konferensi pers kinerja tengah tahun 2025 dari SKK Migas di kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (21/7/2025).

Ditambahkan olehnya, untuk proyek ini investasi yang digelontorkan berdasarkan POD yang diteken Genting Oil Kasuri mencapai US$ 3,37 miliar atau sekitar Rp 50,6 triliun. Investasi tersebut belum termasuk pengembangan pabrik pupuk dan FLNG. 

Sementara Proyek UCC BP Tangguh diperkirakan nanti jika telah beroperasi akan mencapai puncak produksi 476 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dengan potensi kapasitas Carbon Capture Storage sekitar 1,8 Giga Ton. Untuk proyek ini investasinya sekitar US$ 4,5 miliar atau Rp 67,5 triliun.

Telah mencapai FID pada kuartal 4 tahun 2024 lalu, ditambahkan Taufan, Proyek UCC BP Tangguh ini diperkirakan akan onstream pada kuartal 3 tahun 2028 mendatang. "Mudah-mudahan masih on target di Q3 2028," ucapnya.

Sedangkan Proyek IDD dan Geng North digarap untuk mengembangkan potensi migas dari IDD yang diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 2,67 triliun kaki kubik (TCF) dan 66 juta barel minyak. Sementara Gas Inplace dari Geng North diperkirakan sebesar 5,3 TCF.

Investasi yang dikeluarkan diperkirakan sebesar US$3,7 miliar atau Rp 56 triliun untuk Southern Hub dan US$ 11,4 miliar atau Rp 178 triliun untuk Northern Hub. "IDD dan Geng North akan onstream di 2027," terang Taufan.

Terakhir, Proyek Abadi Masela diperkirakan mencapai puncak produksi saat sudah beroperasi dengan produksi LNG sekitar 9,5 MTPA (1.600 MMscfd); produksi gas 150 MMscfd; dan produksi kondensat 35.000 barel kondensat per hari (bcpd).

Berdasarkan POD yang telah disepakati, investasi untuk Proyek Abadi Masela ini mencapai US$ 20,9 miliar atau Rp 313,5 triliun. "Abadi Masela akan onstream di 2030, mudah-mudahan bisa diakselerasi ke 2029," jelas Taufan. 

Total investasi dari PSN Hulu Migas tersebut berdasarkan POD yang disepakati sebesar US$ 32,94 miliar atau setara Rp 494 triliun dengan total kapasitas produksi minyak dan kondensat nantinya mencapai 140.000 barel minyak per hari (bopd) serta produksi gas sekitar 4.256 juta MMscfd. RH
Sudah Medio 2025, Apa Kabar PSN Hulu Migas? Sudah Medio 2025, Apa Kabar PSN Hulu Migas? Reviewed by Ridwan Harahap on Kamis, Juli 24, 2025 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.