Jumat, 03 Mei 2019

Batu Lepe, Ikon Wisata Baru di Perbatasan Laut Cina Selatan

Kepulauan Anambas, OG Indonesia -- Buat kamu-kamu yang menyukai wisata dan pemandangan  laut, mungkin Batu Lepe di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, bisa menjadi alternatif pilihan wisata liburan laut baru 

Untuk menuju Kepulauan Anambas, dapat ditempuh melalui Batam dengan jalur laut atau dari  Pekanbaru menuju bandara komersial Letung dan Matak di Kepulauan Anambas.
Batu Lepe yang dijadikan ikon wisata laut, secara resmi dibuka oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, bekerja sama dengan SKK Migas dan Medco EP Natuna dan Premier Oil Natuna.

Bagi masyarakat  Kepulauan Anambas,
kawasan wisata Batu Lepe ini memiliki keunikan. Batu Lepe memiliki arti, batu datar dengan diameter 35 meter yang dapat dijadikan tempat untuk bersantai atau memancing. Dari Batu Lepe ini kita juga bisa melihat spot pemandangan ke laut lepas dan matahari tenggelam.

Batu Lepe, dapat menampung hingga 100 orang dewasa dan langsung melihat pemadangan laut Cina Selatan (laut Natuna -Red) yang berbatasan dengan tiga (3) negara yaitu Vietnam, Malaysia dan Singapura. Selain itu, kita dapat juga melihat jernihnya air laut dan jajaran pulau-pulau di Kepulauan Anambas yang sebanyak 229 pulau.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, M. Atok Urrahman mengatakan pembangunan kawasan  wisata baru, Batu Lepe ini merupakan wujud kepedulian Industri hulu migas membantu Pemerintah daerah, sebagai komitmen tanggung jawab di daerah operasi migas.

"Ini sebagian komitmen kita untuk membangun Pariwisata di wilayah perbatasan, sekaligus menjaga kedaulatan NKRI," ujar Atok Urahaman.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengaku potensi wisata Anambas sangat prospektif. Selain wisata di atas permukaan laut, menurut Haris, Kepulauan Anambas juga memiliki potensi terumbu karang dan salah satu lokasi diving terbaik di dunia.

Tak heran, setiap harinya banyak wisatawan asing menggunakan yacht singgah di Kepulauan Anambas untuk berlibur. "Anambas  juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata sejarah pengungsi anak perahu Vietnam, yang kerap dikunjungi wisatawan asing," ujar Bupati Kepulauan Anambas.

Pembukaan ruang publik dan ikon wisata laut ini dilakukan oleh Deputi SKK Migas M Atok Urahman, Kepala SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis, dan didampingi Bupati Anambas Abdul Haris, serta unsur Muspida dan KKKS. RH