Selasa, 02 Juli 2019

Investasi Sektor Ketenagalistrikan Bisa Tembus USD 14 Miliar di Akhir Tahun

Rida Mulyana, Dirjen Ketenagalistrikan
Kementerian ESDM
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Kementerian ESDM mengungkapkan realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan sepanjang tahun 2019 ini menunjukkan tren positif. Di mana sampai Mei 2019 lalu target realisasi investasi secara bulanan selalu terlampaui.


Dipaparkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, pada Januari 2019 dari target investasi sebesar USD360 juta ternyata realisasinya sebesar USD1,06 miliar. Sementara di Februari ditargetkan sebesar USD840 juta namun realisasinya mencapai USD1,97 miliar. Lalu pada Maret 2019 target sebesar USD1,2 miliar dengan realisasi ternyata mencapai USD2,61 miliar.

Kemudian di bulan April ditargetkan sebesar USD1,81 miliar dengan total realisasi mencapai USD4,02 miliar. Terakhir untuk bulan Mei 2019 target investasi sebesar USD2,41 miliar dengan tingkat realisasi melebihi yaitu USD4,74 miliar. Diyakini Kementerian ESDM, secara full year target realisasi investasi sebesar USD12,04 miliar hingga akhir tahun 2019 juga bakal tercapai.

"Ini realisasi investasi per Mei 2019, ada kenaikannya. Ada terus. Bisa jadi akibat dari makin sederhana, ceas, dan makin murahnya segala macam perizinan yang terkait dengan subsektor ketenagalistrikan. Kami selalu perbaiki tingkat kemudahan berbisnis di sektor kelistrikan," kata Rida kepada wartawan dalam paparan kinerja sektor ketenagalistrikan, di Ruang Samau Samadikun, Gedung Ditjen Gatrik, Kuningan, Jakarta, Selasa (02/07).

Ditambahkan oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, proyeksi realisasi investasi hingga akhir tahun bahkan bisa tembus USD14 miliar. Apabila hal itu tercapai maka akan melebihi target yang ditetapkan. Untuk realisasi investasi yang dikucurkan investor diperuntukkan membiayai proyek pembangkit, transmisi hingga pembangunan gardu induk.

Menurutnya, semakin membaiknya realisasi investasi sepanjang tahun ini tidak lepas dari berbagai terobosan pemerintah dalam memfasilitasi minat investor. Terlebih dengan adanya Online Single Submission (OSS) yang digulirkan pemerintah akan semakin memudahkan investor dalam memperoleh perizinan investasi.