Rabu, 03 Juli 2019

Praktisi: Indonesia Kaya Migas, Cuma Under Explore

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Praktisi migas yang juga mantan Direktur Utama Saka Energi Tumbur Parlindungan menegaskan bahwa potensi minyak dan gas di bumi Indonesia masih sangat banyak hanya saja kurang tereksplorasi.

"Indonesia itu kaya akan migas, cuma under explore. Resources-nya yang ada di bawah itu belum menjadi reserves karena belum ditemukan," ucap Tumbur dalam Diskusi Media berjudul "Eksplorasi Tanpa Investasi Migas?" di Jakarta, Rabu (03/07).  

Ia pun mengungkapkan Indonesia dahulu produksi minyaknya pernah mencapai 1,7 juta barel per hari yang menandakan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi migas di wilayahnya. "Enggak mungkin minyak hanya datang ke Rokan saja kan, atau hanya datang ke Mahakam, pasti ada lagi cuma under explore, sementara Indonesia itu luas," paparnya.

Hal senada dikatakan Pri Agung Rakhmanto, Pengamat Migas yang juga Pendiri Reforminer Institute dalam kesempatan yang sama. Ia membuka data bahwa jika bicara resources atau sumber daya migas di Indonesia cukup besar potensinya. "Bisa dibilang kaya dari sisi sumber daya," kata Pri Agung.

Dicontohkan olehnya, sumber daya shale gas Indonesia mencapai 400 TCF (Trillion Cubic Feet). Lalu sumber daya Coal Bed Methane (CBM) juga jumlahnya di atas 400 TCF. "Itu besar sekali, hanya masalahnya masih berupa sumber daya yang harus dibuktikan melalui investasi supaya menjadi cadangan," jelasnya.

Pri Agung menganalogikan sumber daya migas ibarat bakat atau potensi dari seseorang. "Sampai kapan pun akan jadi bakat terpendam kalau tidak diimbangi dengan upaya kongkrit. Apa itu di dalam migas? Ya harus investasi," pungkasnya. RH