Kamis, 22 Agustus 2019

Industri Kapal dan Pelayaran Inginkan Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran

Foto: Pelni.co.id
Jakarta, OG Indonesia -- Pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/ Pelni menginginkan agar penyaluran BBM bersubsidi bisa diberikan tepat sasaran terutama kepada industri transportasi yang langsung melayani masyarakat banyak seperti Pelni.


"Kebutuhan BBM Pelni sebenarnya terus meningkat, namun alokasi BBM subsidi menurun. Pada 2018, BBM subsidi yang diberikan pada PT Pelni sebanyak 290 ribu kiloliter (KL), sedangkan pada 2019 BBM subsidi hanya 260 ribu KL," kata Rosidi dari Divisi BBM PT Pelni (Persero) dalam FGD yang diadakan Asosiasi Pengamat Energi Indonesia (APEI) di Jakarta, Rabu (21/08).

Padahal menurutnya, Pelni menjadi transportasi laut andalan masyarakat untuk mencapai wilayah-wilayah yang tidak terjangkau di berbagai pelosok negeri.

"Angkutan Pelni untuk masyarakat umum, sehingga tepat jika kami mendapatkan subsidi BBM. BPK dan Pertamina perlu memberikan pengawasan ketat dalam penggunaan BBM subsidi," ucap Rosidi.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, INSA mengungkapkan bahwa jumlah kapal yang menggunakan BBM bersubsidi kurang dari 5%, untuk jenis kapal yang layanannya berdampak langsung terhadap masyarakat.

Padahal menurutnya konsumsi BBM untuk kapal perannya sangat vital untuk kegiatan operasional kapal tersebut. "Karena itu penetapan kebijakan terkait dengan BBM harus lebih hati-hati karena beban biaya BBM terhadap operasional kapal besar, mencapai 58%," tegasnya. RH