Jumat, 09 Agustus 2019

Kejar Produksi Minyak 1 Juta BPH, SKK Migas Incar Giant Discovery

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- SKK Migas menargetkan produksi minyak nasional bisa mencapai 1 juta barel per hari (BPH) di tahun 2030. Saat ini produksi minyak kita masih 729 ribu barel per hari. Padahal target target APBN 2029 dipatok sebesar 775 ribu barel per hari.

Dikatakan oleh Fatar Yani Abdurrahman, Deputi Operasi SKK Migas, saat ini memang kemampuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hanya bisa produksi 729 ribu barel per hari. Karena itu agar ke depannya Indonesia tidak semakin tergantung impor minyak dan BBM, maka perlu peningkatan dari sisi produksi sendiri.

Kegiatan ekspolarasi dari tahun ke tahun pun harus terus ditingkatkan agar berpeluang mendapatkan giant discovery untuk dongkrak produksi minyak. "Indonesia sekarang-sekarang ini tidak banyak yang giant discovery setelah terakhir Jatibarang, Masela, dan Cepu," kata Fatar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (08/08). 

Untuk itu SKK Migas sudah menyiapkan rencana untuk menuju produksi minyak 1 juta barel per hari. Diterangkan Fatar, SKK Migas sudah memetakan sekitar 10 wilayah yang berpotensi menjadi giant field migas di masa depan. Yaitu North Sumatera (Mesozoic Play), Center of Sumatera (Basin Center), South Sumatera (Fractured Basement Play), Offshore Tarakan, NE Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua (Plio-Pleistocene & Miocene Sandtone Play), Bird Body Papua (Jurassic Sandstone Play), dan Warim Papua.

Karena itu ia mengharapkan semua pihak aktif untuk melakukan kegiatan eksplorasi migas agar mendapatkan giant discovery di wilayah-wilayah tersebut. "Kami meminta teman-teman IPA dan para kontraktor untuk secara agresif mencari," tegas Fatar. RH