Senin, 12 Agustus 2019

Rizal Ramli: Perusahaan Tambang Banyak yang Tidak Bayar Pajak

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Ekonom Senior yang juga mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan banyak perusahaan yang bergerak di industri pertambangan mineral dan batubara yang tidak bayar pajak. Padahal jumlah pajak dari industri pertambangan sangat besar.


Rizal menyarankan agar pemerintah serius mengejar pajak dari perusahaan-perusahaan besar tersebut, bukannya malah kembali dengan wacana Tax Amnesty jilid II.

"Itu (Tax Amnesty) kan hanya menguntungkan sebagian pihak, ada cara lain kok meningkatkan penerimaan pajak. Uber dong yang besar-besar misalnya sektor mineral banyak tuh tidak bayar pajak," kata Rizal Ramli di Jakarta, Senin (12/08).

Apalagi menurut Rizal, program Tax Amnesty yang pertama yang berlangsung di tahun 2016-2017 sudah terbukti gagal. Dipaparkan olehnya, rasio pajak tak naik signifikan walau pemerintah sudah memberi amnesti pajak. 

Di mana pada tahun 2016 rasio pajak hanya sebesar 8,91 persen, 2017 sebesar 8,47 persen, dan tahun 2018 lalu sebesar 8,85 persen. "Mau ada lagi tax amnesty berikutnya, ini benar-benar konyol, yang pertama saja gagal total," tegasnya.

Rizal juga mengingatkan Pemerintah agar tak fokus mengejar pajak dari kelas menengah ke bawah. "Yang dikejar pajaknya ini usaha-usaha kecil semua, tukang pempek dikenai pajak, tukang pecel lele. Aduh, sibuk membebani rakyat kecil, padahal ini dapatnya juga sedikit," ucapnya. 

"Dia enggak berani kejar yang gede-gede, yang enggak bayar pajak yang gede itu dari batubara. Dia beraninya sama yang kecil-kecil," pungkasnya.