Sabtu, 31 Agustus 2019

Tokoh Adat Sipirok, Marancar dan Batangtoru Berharap Pada PLTA Batangtoru

Sungai Batangtoru yang melintasi
 wilayah Tapanuli Selatan.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Tokoh adat di wilayah Sipirok, Marancar, Batangtoru (Simarboru), Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menegaskan harmoni antara masyarakat setempat dengan orangutan sudah berlangsung ratusan tahun di kawasan Simarboru.

Karena itu tokoh-tokoh adat Simarboru meminta LSM asing untuk berdialog terkait hal ini. Dikatakan oleh Raja Luat Sipirok Sutan Parlindungan Suangkupon Edward Siregar, kampanye sejumlah LSM dan peneliti asing bahwa kelestarian orangutan dan kehidupan masyarakat terancam akibat pembangunan PLTA Batang Toru ialah kebohongan.

"Mereka meng­halangi Indonesia soal kedaulatan energi,” katanya dalam pernyataannya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Masyarakat Simarboru, kata Edward, sudah ratusan tahun hidup berdampingan dengan orangutan dan berbagi hasil kebun dengan satwa tersebut tanpa ada permasalahan apa pun.

“Kami sejak dulu memberi makan orangutan dari hasil kebun. Kami akan terus hidup berdampingan dan menjaga orangutan tanpa gangguan dari para orang dan LSM asing dengan kedok penelitian,” tegas Edward.

Ia mengatakan, kehadiran LSM asing dan kampanye bohong yang dilakukan justru telah memprovokasi masyarakat. 

Ditambahkan oleh Raja Adat Marancar Baginda Kali Rajo Yusuf Siregar, masyarakat Simarboru berharap banyak pada pembangunan PLTA Batang Toru yang menjadi bagian proyek strategis nasional Presiden Joko Widodo itu.

Dipaparkan olehnya, dengan terjaminnya ketersediaan listrik, masyarakat bisa menenun kain meski matahari sudah terbenam. Anak-anak Simarboru pun bisa belajar di malam hari. Akses informasi pun akan lebih terbuka karena dengan ketersediaan listrik, masyarakat bisa tersambung dengan dunia luar melalui internet.

“Kami juga ingin anak-anak kami menjadi orang pintar,” ucap Yusuf.

Pembangkit  Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru merupakan salah satu proyek yang mendukung Program Prioritas Nasional Ketenagalistrikan 35.000 MW.

PLTA Batangtoru yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 510 MW. PLTA yang mulai beroperasi tahun 2022 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara. 

Saat sudah beroperasi nanti, PLTA Batangtoru yang sumber pembangkitan listriknya berasal dari Sungai Batangtoru ditargetkan mampu mendukung beban puncak dan akan memasok energi sebesar 2.124 GWh/tahun atau 15% kebutuhan beban puncak Sumatera Utara.