Kamis, 19 September 2019

Jelang Berakhirnya Road Test B30, Balitbang ESDM Siapkan Rekomendasi Teknis

Dadan Kusdiana,
Kepala Balitbang ESDM.
Semarang, OG Indonesia -- Sebagai bagian dari kegiatan road test B30, Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) bersama-sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melaksanakan Sosialisasi ketiga Pelaksanaan Road Test B30 di Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Jawa Tengah, Semarang (18/9/2019). 


Pelaksanaan road test B30 dimulai sejak 20 Mei 2019 dengan tujuan untuk mengkonfirmasi dampak penggunaan B30 pada kinerja kendaraan maupun biaya operasi dan pemeliharaan. Road test dilaksanakan oleh Badan Litbang ESDM dan BPPT dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, BPDPKS, Pertamina, Aprobi dan Gaikindo.

“Progress road test B30 saat ini telah mencapai 92% dan hasilnya telah diterima oleh pengguna bahan bakar diesel sejak progress masih 75%,” ujar Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana, dalam sambutannya di acara sosialiasi Road Test B30 di Semarang.

Lebih lanjut Dadan menambahkan bahwa secara umum nilai indikator-indikator yang diukur sejak awal pelaksaan road test hingga saat ini stabil. Indikator yang diukur seperti daya, konsumsi bahan bakar, emisi total hidrokarbon (THC), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO) dan opasitas mempunyai nilai yang relatif sama sejak awal pelaksanaan road test.

"Tidak ada perubahan yang signifikan pada daya dan konsumsi bahan bakar. Emisi CO berkurang 0,1 s.d 0,2 gram/km dan nilai THC sebesar 0,02 gr/km dan NOx 0,3 gr/km yang masih dibawah nilai ambang batas yang diizinkan," jelas Dadan.

Terkait hampir berakhirnya road test B30 tersebut Balitbang ESDM saat ini sedang menyiapkan laporan ilmiah, rekomendasi teknis dan bahan-bahan sosialisasi lainnya yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.

“Rekomendasinya antara lain meliputi penyesuaian pada kendaraan, sistem handing bahan bakar, dan penyempurnaan spesifikasi bahan bakar B100 untuk campuran B30," ucapnya.

Metoda yang digunakan untuk road test disepakati dan diawasi bersama oleh Direktorat Bioenergi, Komite Teknik, Komisi Riset BPDPKS, Gaikindo, Aprobi dan Pertamina. Road test ditargetkan selesai pada 16 Oktober 2019 setelah kendaraan uji menempuh jarak 50 ribu km untuk 8 unit kendaraan dengan berat kotor dibawah 3,5 ton dan 40 ribu untuk 3 unit kendaraan dengan berat kotor di atas 3,5 ton. 

Rute untuk kendaraan uji dengan bobot dibawah 3,5 ton adalah Lembang – Cileunyi – Nagreg – Kuningan – Tol Babakan – Slawi – Guci – Tegal – Tol Cipali – Subang – Lembang. Adapun rute untuk kendaran uji dengan bobot diatas 3,5 ton adalah Lembang – Karawang – Cipali – Subang – Lembang. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri mendukung kegiatan ini, bahkan Pengembangan Biofuel juga termasuk dalam target RUED Provinsi Jawa Tengah, karena memiliki tanaman penghasil energi hijau seperti : jarak, nyamplung, tebu, kapa, ubi kayu, ubi jalar, jagung, yang hasilnya dapat dikembangkan menjadi biofuel. Jelas Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. RH