Senin, 23 September 2019

Melacak Jejak Emas di Batangtoru

Melacak Jejak Emas di Batangtoru. 
Seorang pekerja PTAR tengah menandai sampel-sampel 
tanah yang ada di Coreshed atau ruang penyimpanan 
batu-batuan di Komplek Tambang Emas Martabe, 
Rabu, 21 Agustus 2019. Kegiatan ini bagian dari 
upaya eksplorasi dalam mencari cadangan emas baru 
untuk kelanjutan operasi Tambang Emas Martabe 
di Batangtoru, Tapanuli  Selatan, Sumatera Utara. 
Foto: Ridwan Harahap
Tapanuli Selatan, OG Indonesia – Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus tumbuh dan berkembang dalam kegiatan operasionalnya yang hingga tahun 2019 ini menginjak tahun yang ke tujuh. PT Agincourt Resources (PTAR) sebagai pengelola tambang pun tetap giat melacak jejak emas di Batangtoru lewat kegiatan eksplorasi agar kian memperpanjang usia tambang.

Berdasarkan data perusahaan, sampai bulan Desember 2018, sumber daya Tambang Emas Martabe tercatat di angka 8,1 juta ounce emas dan 69 juta ounce perak. Sedangkan untuk cadangannya, Tambang Emas Martabe masih memiliki cadangan sebesar 4,5 juta ounce emas dan 34 juta ounce perak. Diperkirakan, usia tambang masih bisa beroperasi hingga 16-17 tahun lagi.
Para Srikandi Emas Batangtoru.
Pekerja perempuan turut terlibat dalam upaya mencari 
sumber emas baru bagi Tambang Emas Martabe, di 
Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 
Mereka terlihat serius mencatat data-data dari sampel 
tanah dan batuan yang ada  di ruang Coreshed, Komplek 
Tambang Emas Martabe, pada Rabu, 21 Agustus 2019. 
Foto: Ridwan Harahap
Tapi, usia operasi tambang tersebut tentu akan semakin panjang jika temuan cadangan baru bisa didapatkan lewat kegiatan eksplorasi yang masif. Ada enam pit atau cebakan di Tambang Emas Martabe. Purnama Pit adalah cebakan terbesar serta yang pertama kali ditambang. Dua cebakan lagi yang tengah berproduksi adalah Barani Pit dan Ramba Joring Pit. Sementara tiga cebakan lainnya yang belum berproduksi adalah Uluala Hulu, Tor Uluala dan Tor Uluala West.
Cebakan-cebakan tersebut tentu berpotensi menyimpan cadangan emas serta perak yang tinggi. Karenanya, PTAR tak sungkan mengeluarkan dana besar untuk eksplorasi. Seperti pada tahun 2019 ini, anggaran untuk eksplorasi perusahaan mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp 350 miliar. RH