Jumat, 27 September 2019

Wamen ESDM Beberkan Penghematan Cost Recovery dari Implementasi Gross Split

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan penghematan biaya cost recovery dari implementasi skema bagi hasil gross split selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Diungkapkan olehnya, berdasarkan data SKK Migas, pada tahun 2018 lalu terjadi penghematan sekitar US$ 0,9 miliar. Lalu pada tahun 2019 diperkirakan bisa dihemat sekitar US$ 1,66 miliar.

"Insya Allah tahun depan kita akan bisa hemat cost recovery sampai (US$) 1,78 miliar," kata Arcandra, di sela-sela acara Hilir Migas Expo 2019 di JCC Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Diterangkan olehnya, dengan adanya penghematan biaya cost recovery tersebut diharapkan bisa menekan harga minyak dan gas di hulu menjadi lebih kompetitif. Pada akhirnya harga produk BBM dan gas di hilir pun bisa turut lebih murah dan kompetitif. RH