Kamis, 31 Oktober 2019

Fasilitasi Rukyat Hilal, Perta Arun Gas Dukung Kemenag Lhokseumawe

Lhokseumawe, OG Indonesia-- Gerhana matahari diperkirakan akan kembali terjadi pada akhir tahun 2019 ini. Berdasarkan pengkajian ilmu falak, gerhana matahari cincin akan terjadi pada 26 Desember 2019 atau tepat pada hari tsunami menerjang Aceh 15 tahun yang lalu.

Kepala Kemenang Lhokseumawe Tgk Boihakki menyebutkan, pihaknya kini sudah memiliki satu unit teleskop. Teleskop ini merupakan bantuan dari PT Perta Arun Gas, sehingga membantu untuk kegiatan rukyat hilal atau pengamatan gerhana. Bantuan diserahkan oleh Presiden Direktur PT Perta Arun Gas Arif Widodo kepada Kepala Kemenag Lhokseumawe Tgk Boihakki. 

Terkait gerhana matahari yang akan terjadi pada 26 Desember 2019, Kemenag Lhokseumawe bersama MPU dan pihak terkait lainnya, akan melakukan pengamatan peristiwa langit tersebut di Masjid Agung Islamic Center.

"Masyarakat bisa ikut menyaksikan gerhana matahari sekaligus melaksanakan shalat gerhana di Masjid Agung Islamic Center," ujar Tgk Boihakki.

Sebagaimana keterangan Dosen Ilmu Falak pada Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA sebelumnya, ada lima peristiwa gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2019, baik itu gerhana bulan ataupun gerhana matahari.

Dari lima peristiwa langit tersebut, empat diantaranya sudah berlalu.

Tinggal satu kali lagi, gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember 2019 atau bersamaan dengan peringatan tsunami Aceh.

Dirincikannya, gerhana sepanjang tahun 2019, pertama berupa gerhana matahari parsial (6 Januari 2019). Kedua, gerhana bulan (21 Januari 2019), ketiga, gerhana matahari total (2 Juli 2019), dan keempat, gerhana bulan parsial (17 Juli 2019).

Menurutnya, dari lima peristiwa gerhana tersebut, hanya dua gerhana yang bisa diamati di Aceh, yakni gerhana bulan parsial yang terjadi pada 17 Juli 2019 dini hari dan gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 Desember 2019.

"Untuk gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 Desember 2019, waktunya terjadinya mendekati shalat zuhur di Aceh," katanya.

Menurutnya, dari dua gerhana yang terlihat di Aceh, gerhana matahari cincin harus menjadi perhatian semua masyarakat Aceh.

Mengingat tanggal 26 Desember 2019 bertepatan dengan hari memperingati peristiwa Tsunami Aceh.

"Biasanya panitia acara peringatan tsunami akan mengadakan acara di beberapa tempat di Aceh. Alangkah indahnya bila shalat gerhana matahari dan khutbah gerhana menjadi bahagian dari serangkaian kegiatan memperingati peristiwa tsunami Aceh," pungkasnya.