Jumat, 22 November 2019

Pertamina EP Prabumulih Field Bidik PROPER Emas

Ndirga Andri Sisworo,
Prabumulih Field Manager.
Prabumulih, OG Indonesia -- Setelah delapan kali mendapat penghargaan PROPER Hijau, tahun ini Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field membidik PROPER Emas untuk dibawa pulang ke kota Prabumulih.

"Kami sedang mengincar PROPER Emas," ucap Ndirga Andri Sisworo, Prabumulih Field Manager, di kantornya di Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (21/11/2019). PROPER Emas merupakan penghargaan tertinggi dari PROPER.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan sendiri merupakan program penilaian dari pemerintah kepada perusahaan tentang kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pembedayaan masyarakat sekitar perusahaan. PROPER rutin diadakan setiap tahunnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dikatakan Ndirga, ada empat program Community Development yang dijalankan Prabumulih Field bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Yaitu, Mami Giat (Bersama Migas Berbagi Nikmat), Bu Dewi (Burai Desa Wisata), Kangen (Ketahanan Pangan dan Energi Nasional), dan Kasitement (Edukasi dan Entertainment). 

"Sudah banyak yang kita kerjakan, kita minta support dari semuanya," terangnya.

Seperti untuk program Mami Giat yang salah satu sumbangsihnya berupa pengecoran jalan, bedah rumah, hingga beasiswa AKAMIGAS. "Panjang jalan yang sudah dicor 15,5 kilometer dengan biaya pengecoran per kilometernya Rp 3,5 miliar," ungkap Ndirga.

Sementara untuk program Bu Dewi merupakan upaya Pertamina EP membantu membuka potensi wisata Desa Burai di Ogan Ilir yang selama ini masih tersembunyi. Desa dengan luas 30 Ha dan berpenduduk 1.976 jiwa ini tadinya tidak terawat dan secara geografis terpencil karena dikelilingi sungai dan rawa seluas 11.000 Ha. Namun kondisi geografis yang terkurung perairan tersebut disulap Pertamina EP jadi keunggulan dengan penguatan untuk dijadikan obyek wisata desa air yang menarik.

Lalu, program Kangen memperkuat kebutuhan pangan dan energi bagi masyarakat Prabumulih. Seperti program Siga Prabu (City Gas Prabumulih) yang sudah menyalurkan gas kota untuk 42.650 sambungan rumah warga. Ada lagi program Sarah (Sampah Jadi Berkah) yang pada tahun 2018 lalu mampu mengolah 117 ton sampah organik menjadi 73,28 ton kompos. Sarah juga berhasil mendaur ulang sampah plastik sebanyak 117,45 ton untuk dapat dipakai kembali. Masih ada lagi program Tersapu Anik (Peternakan Sapi Terpadu dan Pupuk Organik), Bule (Budidaya Lele), dan Dilon (Budidaya Melon Terpadu).

Sementara program Kasitement memberikan edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat Prabumulih dengan membuat pusat edukasi migas di lingkungan perusahaan terdiri dari Museum Migas, Taman Edukasi Migas serta Demo Room.

Masyarakat dapat memperoleh edukasi tentang proses bisnis migas sekaligus rekreasi. "Harapan tentunya di samping memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya di wilayah kerja terkait PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field, juga mengenalkan lebih dekat lagi proses bisnis hulu migas," tambah Ndirga.

"Dengan berbagai program positif tersebut, kami berharap dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat," pungkas Ndirga.

PT Pertamina EP Prabumulih Field merupakan salah satu lapangan di bawah pengawasan Asset 2 di wilayah Sumatera Selatan. Saat ini Prabumulih Field memproduksi minyak sebesar 8.918 BOPD serta gas sebesar 150 MMSCFD. RH