Rabu, 05 Februari 2020

Rekind Janji Rampungkan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang dalam 24 Bulan

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa, menyampaikan bahwa groundbreaking pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) akhirnya akan dilakukan pada Jumat (7/2/2020) lusa di tol Batang Semarang km 379 A, Jawa Tengah. Pihak PT Rekayasa Industri (Rekind) sendiri berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan pipa transmisi Cisem selama 24 bulan setelah groundbreaking.

"Kita berpikir dalam waktu 24 bulan kita bisa achieve (selesai pembangunan) dengan segala kemampuan dan pengalaman dari Rekind," kata Direktur Utama Rekayasa Industri Yanuar Budinorman dalam konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Ditegaskan Yanuar, dengan akan segera dilaksanakannya groundbreaking ini menyiratkan bukti dan komitmen Rekind untuk merealisasikan proyek integrasi pipa gas transmisi di Pulau Jawa yang sempat mangkrak sekitar 13 tahun ini. 

Seperti diketahui, berdasarkan Rencana Induk pada tahun 2006 BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas Cirebon – Semarang dengan Rekind ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006. Adapun spesifikasi pipa transmisi dari penawaran lelang adalah dengan diameter 28”, panjang 255 Km, kapasitas desain 350-500 MMSCFD, nilai investasi 169,41 juta USD, dan toll-fee 0,36 USD/MMBTU. 

Ditambahkan Yanuar, langkah untuk melakukan groundbreaking ini menjadi penting dan strategis bagi Rekind, karena hadirnya ruas pipa transmisi gas ini nantinya dinilai mampu menjadi solusi pasokan energi gas yang berkelanjutan guna menyokong daya saing industri di Pulau Jawa. "Apalagi, konsumen industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah sangat besar dan berpotensi sekali dalam mengerakkan sektor ekonomi di wilayah tersebut," tegasnya.

Dikatakan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, keterlambatan pembangunan pipa transmisi Cisem selama 13 tahun selama ini di antaraya karena kendala jaminan pasokan gas bumi yang bisa digunakan sebagai base line untuk pembangunan ruas pipa transmisi Cirebon – Semarang. Selain itu juga terjadinya perbedaan asumsi keekonomian yang berubah saat ini dibanding tahun 2006. 

Ia menegaskan, sejak September 2017 BPH Migas telah secara aktif melakukan koordinasi dengan Rekind, Ditjen Migas, SKK Migas dan pihak terkait untuk mendorong agar pembangunan ruas Cirebon – Semarang dapat terlaksana. Saat ini Rekind telah melakukan MoU dan HoA dengan beberapa perusahaan di bidang gas bumi selaku calon Shipper yang diharapkan dapat mengatasi kendala pasokan gas bumi tersebut.

Fanshurullah mengungkapkan dengan terlaksananya pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon – Semarang diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa Cirebon – Semarang. Ruas Cisem ini juga akan membantu pasokan dalam negeri sehubungan dengan rencana Pemerintah Indonesia yang akan segera menghentikan pasokan gas ke Singapura tepatnya pada tahun 2023 atau 3 tahun mendatang di mana saat ini mengalirkan sebanyak 300 MMSCFD (juta standar kaki 
kubik per hari). Penghentian ekspor tersebut sendiri bertujuan untuk memenuhi pasokan dalam negeri.

“Berkaitan dengan ekspor gas bumi ke Singapura yang tidak akan diperpanjang pada tahun 2023 dan akan dialihkan untuk pemanfaatan gas di dalam negeri, maka pembangunan pipa Cirebon- Semarang ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa," terang Fanshurullah. (RH/Migas Indonesia)